Hai...guys minP punya fanfic buat kalian yang suka baca. Semoga kalian suka sama fanfic buatan minP ini cerita khayalan minP maaf kalau ada salah kata, garing atau ceritaya ga bagus mohon dimaafkan ya.. Semoga kalian suka sama fanfic buatan minP, jangan lupa komentarnya ya langsung mention aja ;) *aduh minP kelamaan deh* -__-" selamat membaca guys :)
Bintang hatiku
Part 1
Aku sedang asik duduk diblakon rumahku sambil memandangin bintang-bintang dilangit, malam ini banyak sekali bintang-bintang bersinar terang membuatku semakin takjub akan ciptaan nya yang maha kuasa. Aku selalu menghabiskan malam ku dibalkon rumah sambil memandangi bintang-bintang dilangit dan mendengarkan musik kesukaan ku, dulu waktu mama masih ada aku dan mama sering melihat bintang-bintang bersama. Aku dan mama sama-sama suka melihat bintang tapi semenjak kejadian itu aku hanya seorang diri melihat bintang tanpa mama disampingku.
*flasback*
Malam itu kami sekeluarga pulang liburan dari puncak tiba-tiba dijalan kami mengalami kecelakaan yang membuat kedua orang tua ku meninggal dunia, kedua kakak ku hanya mengalami luka ringan sedangkan aku mengalami kelumpuhan dan harus menjalani hidupku dikursi roda. Saat tau kalau kedua orang tua ku meninggal aku benar-benar sedih dan terpuruk ditambah aku harus menerima kenyataan kalau aku lumpuh tapi kedua kakak ku mencoba menenangkanku dan mereka berjanji akan selalu berada disampingku, saat ini keluarga yang aku punya hanya kedua kakak ku mereka selalu berada disampingku dan memberikanku support untuk bangkit dan tidak boleh terus terpuruk walaupun kedua orang tua kami sudah tiada.
*back to reality*
Sudah 1 bulan aku lewati hari-hariku dikursi roda yang dibantu kedua kakak ku dan bi wati pembantu dikeluargaku, semenjak kejadian kecelakaan itu aku tidak mau sekolah dan selalu mengurung diriku dikamar sampai tidak ingin keluar rumah dan setiap malam selalu kuhabiskan waktuku dibalkon rumah untuk melihat bintang, dulu kata mama kalau suatu saat nanti mama tidak ada atau aku kangen sama mama lihat saja bintang-bintang itu pasti diantara bintang-bintang itu ada mama. Makanya setiap malam aku selalu melihat bintang-bintang dari balkon rumahku dan didisini pula banyak kenagan indahku bersama mama, papa dan kedua kakak ku, kami selalu menghabiskan waktu bersama setiap weekend. Waktu kecil aku punya cita-cita bisa menggapai bintang tapi kata mama suatu saat nanti aku bisa menggapainya tapi sampai sekarang tidak pernah bisa aku menggapai semua bintang-bintang itu entahlah sampai kapan aku bisa menggapai semua bintang dilangit dan ingin bersama kedua orang tuaku.
"mau sampai kapan kamu memandangi semua bintang-bintang itu?" suara itu memecahkan keheninganku
"aku kangen sama mama dan papa ka?" jawabku yang masih saja memandang langit yang penuh dengan bintang
"kakak juga kangen sama mama dan papa. Ya sudah gini saja gimana kalau besok kita kekuburan mama dan papa?" tanya kakak ku yang kali ini tepat berada disampingku dan memasangkan sweter ketubuhku, aku hanya mengaggukan kepala tanpa megeluarkan suara
"ini sudah jam 12 malam. Istirahatlah nanti kamu sakit lama-lama diluar" dengan cepat kakak ku menarik kursi rodaku masuk kedalam rumah dan membaringkan ku ditempat tidur tidak lupa menyelimutiku dan mengecup keningku.
Keesokan pagi aku masih seperti biasanya hanya terdiam dan melihat langit-langit kamarku yang banyak bintang-bintang dan tiba-tiba pintu kamarku terbuka ka rafael dan ka rangga masuk dengan membawakan sarapan pagi untuk ku
"selamat pagi bintang kecil kakak" suara ka rafael membuatku melirik kearahnya
"kakak bawakan sarapan pagi untuk mu" kali ini ka rangga yang bersuara dan langsung membantuku merubah posisiku dari tiduran menjadi duduk
"kita sarapan dulu ya sayang" tanya ka rafael dan menyuapiku satu sendok bubur ayam
"kamu kenapa sih bintang semenjak mama dan papa meninggal kamu tidak mau berbicara sama kami.. Kamu marah sama kakak?" tanya ka rangga mengawali pembicaraan kami
"ka rafael tau kamu sedih dan terpukul sepeninggalnya mama dan papa tapi kamu tidak bisa diam seperti ini dan tidak ingin keluar kamar. Kalau kamu terus-terusan seperti ini mama dan papa pasti sedih melihat kamu dan mereka pasti akan marah sama ka rafael dan ka rangga karena kami tidak bisa menjaga dan merawat kamu dengan benar" kali ini giliran ka rafael bertanya kepadaku
"kami sayang sama kamu, kami ingin melihat kamu bangkit dari keterpurukan ini. Mana bintang kecil yang kakak kenal selalu ceria, periang, semangat dan memberikan banyak bintang-bintang dirumah ini" kata-kata ka rangga dan ka rafael membuat ku meneteskan air mata dan kali ini aku melihat kearah ka rangga dan ka rafael sambil memegang tangan mereka
"ka maafin bintang" hanya kata-kata itu yang bisa kuucapkan dengan linangan air mata
"sayang kamu tidak perlu minta maaf sama kakak, kakak ngerti dengan kondisi kamu yang sekarang tapi kamu juga jangan terus-terusan meratapi nasibmu yang seperti ini. Ini semua sudah suratan takdir, allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya diluar kemampuan nya jadi saran kakak kamu harus bangkit dari keterpurukan dan kesedihan kamu" ucapan ka rafael membuat tangisan ku semakin menjadi
"bintang, ka rafael dan ka rangga berbicara seperti ini untuk kebaikan kamu. Kamu adalah amanat dari mama dan papa jadi kami sebagai kakak kamu harus mengingatkan kamu untuk tidak berlarut dalam kesedihan" ka rangga mencoba menenangkan ku dalam pelukan nya
"ya sudah kamu jangan nangis lagi ya sekarang kamu habisin makan nya abis itu kamu mandi, kita kekuburan mama dan papa nanti sore saja ya soalnya ka rafael harus kekantor dan ka rangga harus ke kampus" kata ka rafael menghapus air mataku dengan jari telunjuknya dan langsung ku jawab dengan anggukan
Setelah selesai makan ka rafael dan ka rangga pergi dan aku dirumah berdua dengan bi wati. Aku sudah mandi dan sudah rapih dan kali ini aku bosan berada didalam kamar akhirnya aku putuskan untuk keluar kamar dan meminta bi wati untuk mengantarkan ku jalan-jalan keluar rumah baru kali ini aku mau keluar rumah walau hanya dipekarangan rumah itu sudah lebih menyenangkan bahkan bi wati senang akhirnya aku mau keluar kamar. Bi wati mendorong kursi rodaku kehalaman depan rumah tiba-tiba ada yang pencet bel dan bi wati pamit untuk melihat siapa yang datang
"non, bibi liat dulu ya siapa yang datang" aku hanya menganggukan kepala dan bi wati langsung melihat siapa yang datang
Aku hanya terdiam dikursi roda sambil melihat bunga melati kesayangan mama sudah berkembang, biasanya setiap pagi mama selalu meyiram semua bunga yang ada dihalaman rumah.
"maaf anda cari siapa ya?" tanya bi wati kepada laki-laki yang ada dihadapan nya
"apa benar ini rumahnya om chandra kusuma?" tanya laki-laki itu kepada bi wati
"iya betul, ini rumahnya tuan chandra kusuma tapi maaf anda ada keperluan apa dengan tuan chandara?" tanya bi wati
"perkenalkan saya bisma karisma anaknya bapak wijaya sahabatnya om chandra. Om chandra nya ada?" jawab laki-laki berbehel yang langsung memperkenalkan dirinya ke bi wati
"maaf tuan sudah meninggal 1 bulan yang lalu" jelas bi wati dengan muka sedih
"innalillahi om chandra sudah meninggal. Padahal saya datang kesini untuk bertemu dengan om chandra. Oya bi perempuan yang ada dikursi roda itu siapa?" laki-laki itu menunjuk kearahku
"ohh..itu non bintang anaknya tuan yang paling bungsu" jawab bi wati sambil melirik kearahku
"kalau rafael dan rangga ada dirumah?" tanya laki-laki itu lagi
"den rafael lagi kekantor, kalau den rangga lagi dikampus. Oya bibi sampai lupa silahkan masuk ngobrolnya didalam saja tidak enak masa tamu disuruh berdiri diluar" guraw bi wati dan langsung mempersilahkan laki-laki itu masuk kedalam
Bi wati langsung mendekatiku dan berbisik " non ada tamu nya tuan, non mau disini atau kedalam" tanya bi wati
"disini saja" bisik ku kepada bi wati
"baik non, bibi tinggal kedalam sebentar ya non" balas bi wati dan aku hanya menjawab dengan anggukan kepala
Bi wati mengajak laki-laki itu masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu dengan segera bi wati pergi kedapur untuk membuatkan minum. 15menit kemudian bi wati keluar dengan membawa baki yang berisi sirup dan cemilan kue kering untuk laki-laki itu
"ini den minuman nya" bi wati menaruh minuman dan kue kering itu diatas meja
"makasih ya bi jadi ngerepotin *senyumbehel* oya bi anaknya om chandra kenapa duduk dikursi roda?" tanya laki-laki itu
"non bintang lumpuh akibat kecelakaan 1 bulan yang lalu yang membuat tuan dan nyonyah meninggal dunia. Semenjak kejadian itu non bintang seperti itu hanya diam tidak ingin bicara dengan siapa-siapa dan mengurung dirinya dikamar bahkan untuk kesekolah saja non bintang tidak mau, kami semua sudah membujuk non bintang untuk terapi kaki tapi tetap saja dia tidak mau. Alhamdulillah baru hari ini non bintang mau keluar kamar dan minta tolong dibawa keluar rumah" jawab bi wati panjang lebar
"ohh..jadi bintang itu lumpuh karena kecelakaan itu" balas bisma
"oya tadi den rafael telpon dia pesan sama bibi untuk menyiapkan kamar tamu untuk aden bisma, bibi siapkan kamarnya dulu ya den" bi wati langsung bangun dari duduknya
"maaf ya bi saya jadi ngerepotin kemungkinan saya bakalan betah disini karena ada cewe cantik" goda bisma dan bi wati langsung tersenyum kearahku
"ahh den bisma bisa saja, jangan marah ya den kalau non bintang nya bersikap seperti itu" tanya bi wati agak sedikit ragu
"tenang saja bi saya ngerti dengan kondisi bintang dan saya akan berusaha untuk meluluhkan hati bintang dan memberikan nya semangat baru" bisma percaya diri bahwa dirinya bisa menaklukan hati bintang yang sedang terpuruk dan membuat bintang move on
"baiklah kalau begitu bibi tinggal kedalam sekalian tasnya bibi bawa kekamar tamu ya den" ucap bi wati sambil membawa tas bisma kekamar tamu
Bisma beranjak dari duduknya segera mendekatiku dan mengajak ku ngobrol tapi tetap saja tidak akan ada jawaban apa-apa dariku
"tidak baik loh wanita secantik kamu bengong sendirian disini nanti kesambet loh" bisma membuka percakapan tapi tetap saja tidak ada respon apa-apa dari ku. Aku terus memandangi bunga meliati kesayangan mama
"bunga melati itu sangat indah seperti dirimu, kalau diibaratkan kamu itu seperti bunga itu aku akan menjaga dan merawatnya setulus hatiku dan menyirami serta membirinya pupuk agar terus berkembang" ucap bisma mencoba menghiburku
"kamu tidak ingin berkenalan dengan ku?" tanya bisma sambil melirik kearahku, aku hanya diam dan tidak ada satu pun jawaban dari ku
"walaupun kamu tidak ingin berkenalan dengan ku aku akan tetap memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku bisma karisma aku anaknya om wijaya sahabat papah mu dan rencananya aku akan tinggal disini untuk beberapa minggu karena kedua orangtuaku diluar kota" jelasnya panjang lebar
Tiba-tiba ada suara klakson mobil *tin...tin...tin...*
Tahan guys part 1 nya sampe disini dulu ya...
Kira-kira siapa yang dateng ya?
Apa maksud kedatangan bisma kerumah bintang?
Apakah bintang bisa bangkit dari keterpurukan nya?
Gimana penasaran ga kelanjutan ceritaya?
Mau tau ga kelanjutan nya?
Mau banget atau mau tau aja?
Enelan? Cius? Cungguh?
Ditunggu komentarnya ya...
#NO COPAS
Dairy SMASHBLAST
SMASH ( Seven Man As Seven Heroes )
Kamis, 13 September 2012
Rabu, 04 Juli 2012
Cinta Tidak Akan Lari Kemana
Sejak awal aku tidak mau berada ditempat ini tapi ka rafael memaksaku untuk ikut dengan nya. Apa boleh buat, aku tak bisa menolak ajakan ka rafael walaupun dalam hatiku tidak ingin ikut "huft" -.-"
Disini aku bener-bener tidak tahan melihat seseorang yang ada dihadapanku sedang berpelukan dengan wanita lain. Tanpa dia sadari aku yang sedari tadi melihat adegan yang membuat ku muak dengan tampang menjijikan melihat seseorang yang aku sayangin dan cintai sedang berduan dengan wanita lain yang tidak lain sahabatku sendiri. "pantas saja selama 2 bulan dia tidak memberiku kabar ternyata dia selingkuh dengan sahabatku sendiri" gumamku dalam hati.
Sakit rasanya mendapatkan kejutan yang membuat jantungku seketika berhenti dan tanpa aku sadari air mata ini keluar dengan sendirinya dari balik pelupuk mata ku. Seketika laki-laki itu menyadari kehadiranku dan berusaha melepas rangkulan wanita yang berada disampingnya dan berusah mendekatiku, dengan cepat aku berlari dan menghindari laki-laki itu dan tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari nya.
Deraian air mata ini terus mengalir seperti air sungai yang tidak berhenti, secepat mungkin aku berlari tanpa tujuan yang jelas. Aku benar-benar tidak tahan rasanya ingin teriak sekencang mungkin untuk melepaskan semua bebanku ini, aku berhenti disebuah taman yang cukup sunyi dan damai yang selalu membuatku tenang jika berada ditempat ini. Aku duduk sambil merenung "kenapa laki-laki yang aku sayang selingkuh dengan sahabatku sendiri, laki-laki yang selama ini menjadi sandaranku ketika aku sedih maupun senang dan selalu membuatku nyaman ketika berada didekatnya" seketika semuanya hancur bersama dengan perasaanku saat ini. Sangking lelahnya dengan kejadian yang baru saja aku alami aku tertidur dibangku taman dengan deraian air mata yang masih membasahi pipiku.
Aku terbangun dipagi hari dan menyadari semalaman aku tertidur dibangku taman, pasti semua orang mencari ku terutama papah, mamah dan kakak ku. Aku berusaha bangkit dari bangku taman tapi aku merasa kepalaku pusing dan keseimbangan badanku mulai goyah dan seketika badan ku terjatuh kerumput dan tak sadarkan diri. Saat aku tersadar aku sudah berada disebuah kamar dan terlihat disamping kiri ku papah dan mamah yang sedang melihat kearaku dengan muka cemas.
"alhamdulillah kamu sudah siuman" kata mamah seraya memeluk ku dengan pelukan hangatnya
"syukurlah kamu sudah sadar. Sudah 2 hari kamu tidak sadarkan diri" kata papah
"aku ada dimana mah?" kata ku dengan suara lemas
"kamu ada dirumah sakit sayang. 2 hari yang lalu ada seseorang yang melihatmu pingsan ditaman dan langsung membawamu kerumah sakit" jelas mamah
"siapa yang membawaku kesini?" tanya ku kepada mereka
"kamu jangan banyak bicara dulu ya sayang, kamu baru sadar biar nanti dokter periksa kondisi kamu" kata papah dan tidak lama kemudian dokter datang dengan cepat dokter memeriksa kondisiku
"alhamdulillah kondisinya sudah membaik tapi fisiknya masih lemas. Untuk beberapa hari kamu harus menginap disini sampai kondisimu membaik" jelas dokter yang memeriksaku
"tapi dok saya mau pulang sekarang, saya mau istirahat dirumah saja" kata ku kepada dokter
"baiklah kalau kamu mau pulang sekarang tapi kamu harus istirahat total dan jangan lupa minum obat. Bagaimana?" tanya dokter itu kepadaku
"baik dok" jawabku
"ya sudah papah urus administrasi sekalian nebus obat" kata papah seraya keluar bersama dokter yang memeriksa ku
****
Sesampainya dirumah aku langsung istirahat dikamar dan membaringkan tubuh ku dikasur, papah dan mamah keluar dari kamar ku. Sejak kejadian itu aku mulai murung dan tidak ingin bicara apa pun apalagi kalau harus mengingat kejadian itu yang membuatku tak sadarkan diri selama 2 hari, tanpa ku sadari aku tertidur sampai malam dan mamah membangunkan ku dengan halus
"vio sayang bangun yuk, sudah malam kamu belum makan sama minum obat. Nanti badan kamu lemes kalau belum makan" kata mamah sambil membelai rambutku dengan halus
"iya mah" jawab ku dan langsung bangun dari tempat tidur
"mamah suapin makan nya ya sayang. Mamah sudah buatin bubur ayam buat kamu" kata mamah sambil memberikan satu suapan untuk aku makan
Rasanya senang sekali aku selalu mendapatkan perhatian dari mamah, papah dan kakak-kakak ku mereka semua sayang kepada ku mereka tidak akan tega melihat kondisiku yang sekarang.
"mah, ka rafael sama ka morgan kemana?" tanya ku kepada mamah
"ka morgan ada dikamarnya sedangkan ka rafael pergi menemui teman nya" jawab mamah
"oh ya mah, yang bawa aku kerumah sakit siapa?" tanya ku kepada mamah yang sedang menyuapiku
"mamah juga tidak tau siapa yang bawa kamu kerumah sakit soalnya pas mamah dan papah sampe rumah sakit orang itu sudah pergi tapi kata suster yang bawa kamu kerumah sakit anak muda, suster itu juga tidak tahu namanya siapa" jawab mamah
"Kira-kira siapa ya yang bawa aku kerumah sakit? Kenapa orang itu langsung pergi tidak menunggu mamah dan papah" gumam ku dalam hati
Selesai mamah menyuapiku makan aku langsung minum obat dan berbaring kembali dikasur sambil nonton tv. Aku mencoba mengambli hp ku untuk melihat apakah ada pesan masuk atau tidak karna semenjak kejadian malam itu hp ku mati dan baru aku aktifkan "banyak sekali pesan yang masuk" ucapku. Aku mencoba membaca pesan itu satu persatu mulai dari sms mamah, papah, ka rafael, ka morgan dan yang terakhir dari bisma, ya..nama laki-laki itu bisma. Aku malas untuk membaca sms dari bisma, laki-laki yang sudah membuatku seperti ini hanya satu sms yang aku baca
+6281293477434
Bisma Karisma
"vio aku minta maaf selama ini tidak pernah memberimu kabar sampai akhirnya kau melihatku bersama sahabatmu sendiri. Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam aku masih sayang dan cinta sama kamu, sebenarnya aku tidak mau dengan keadaan yang seperti ini tapi aku terpaksa meninggalkan mu tanpa kabar karna ada sesuatu yang tidak bisa kujelaskan padamu. Rencananya hari ini aku dan citra akan pindah ke Amerika aku dan citra akan menikah dan menetap disana. Semoga kamu bisa mendapatkan laki-laki yang terbaik selain aku dan melanjutkan kehidupanmu dengan laki-laki yang kamu sayangi. Sekali lagi maafkan aku telah menyakitimu, terima kasih selama ini kau telah membuat hari-hari ku berwarna semua kenangan yang kita lalui akan kukubur dalam-dalam bersama cintaku"
Saat itu hatiku benar-benar hancur membaca isi pesan dari bisma tapi apa boleh buat semuanya sudah terjadi dan semoga dia bahagia dengan pilihannya. Selamat tinggal bisma aku akan membuang semua kenangan indah yang kulewati bersamamu dan tidak akan kuingat-ingat lagi sudah cukup kau membuat luka dihati ku. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dengan cepat kuhapus air mata yang membasahi pipi ku dengan sebuah tisu, tidak lama kemudian pintu kamarku terbuka dan masuklah seorang laki-laki yang tidak asing lagi bagi ku. Ya..dia ka rafael bersama dengan laki-laki berpipi tembem dengan rambut berponi dibelakangnya tapi aku tidak pernah mengenal siapa yang datang bersama ka rafael. Ka rafael langsung menghampiriku dan duduk disampingku sambil memegang tanganku
"de, gimana keadaan kamu sekarang?" tanya ka rafael kepada ku
"alhamdulillah ka, udah baikan tapi masih lemes" jawab ku dengan suara lemas
"oh ya, kenalin ini temen kakak namanya rangga, dia yang waktu itu membawamu kerumah sakit" kata ka rafael yang memperkenalkan teman nya kepada ku
"hai, aku rangga. Nama kamu viola kan?" tanya ka rangga
"iya ka, nama aku viola panggil saja vio" jawab ku yang masih lemas
"ka rafael sudah cerita semua, kamu tidak usah dipikirin lagi ya. Saatnya kamu untuk move on dan melupakan semuanya" kata ka rangga
"oh ya ka, aku boleh minta sesuatu?" tanya ku kepada ka rafael
"boleh, emangnya kamu mau minta apa? Nanti kakak kasih" jawab ka rafael
Aku langsung membiskan sesuatu ketelinga ka rafael dengan cepat ka rafael menjawab dengan anggukan
"ya sudah nanti kakak cariin buat kamu. Sekarang kamu istirahat saja biar besok pagi bisa lebih fress" kata ka rafael yang langsung bangun dari duduk nya dan menarik selimut ku dan tak lupa dia mengecup kening ku
"aku pamit pulang ya vio, besok aku kesini lagi untuk menengok mu" kata ka rannga
Aku hanya mengaggukan kepala dan mereka pun keluar dari kamar ku. Kalian tahu apa yang aku bisikan ke ka rafael, aku minta kepada ka rafael untuk membelikan hp dan nomor baru agar bisma tidak bisa menghubungiku. Tak lama kemudian aku pun tertidur pulas.
*****
Keesokan hari kondisi badan ku sudah mulai membaik aku bangun dari tempat tidur dan bergegas kekamar mandi supaya badan ku seger kembali, setelah selesai mandi dan berganti baju aku langsung keluar kamar dan menuruni anak tangga satu persatu. Aku melihat keara meja makan semuanya sudah kumpul untuk sarapan pagi, aku langsung menghampiri meja makan dan menarik kursi disebelah mamah
"anak mamah sudah bangun, kita sarapan sama-sama ya mamah bikin nasi goreng sepcial" kata mamah sambil mengelus rambutku
"iya mah" jawab ku
"vio kamu sudah punya pilihan mau masuk universitas mana?" tanya papah
"rencananya aku mau satu kampus sama ka rafael dan ka morgan" jawabku kepada papah
"bagus, papa setuju. Jadi ada yang selalu mengawasi dan jagain kamu" tanya papah sambil melipat koran yang dibacanya
"bener banget de, nanti biar ka rafael sama ka morgan yang urus semuanya kamu terima beres" samber ka morgan
"kemaren aku udah ngomong sama ka rafael dia yang akan urus semua nya" jawab ku kepada mereka
"papah tenang saja serahkan semuanya sama aku, aku yang akan urus semuanya" jawab ka rafael
"ya sudah, papa serahkan semuanya sama kamu sekalian nanti papah transfer uang nya ke rekening kamu" balas papah
"ok. Pah, mah aku berangkat kekampus dulu ya" kata ka rafael sambil bangkit dari kuris nya
"pah, mah aku juga berangkat ya" jawab ka morgan bersamaan papah pun pamit untuk berangkat ke kantor
Setelah papah, ka rafael dan ka morgan berangkat aku membantu mamah untuk merapihkan meja makan meski sudah ada pembantu yang membantu mamah. Selesai merapihkan meja makan aku kembali ke kamar untuk beristirahat tapi baru satu langkah menaiki anak tangga bel rumah berbunyi "siapa sih pagi-pagi yang sudah datang" kataku dan aku bergegas jalan keruang tamu untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Setelah aku buka pintu sudah ada ka rangga berdiri dibelakang pintu
"selamat pagi vio" tanya ka rangga dengan senyuman nya
"selamat pagi ka. Cari ka rafael ya? Ka rafael nya sudah berangkat kekampus" jawab ku
"aku kesini bukan cari rafael tapi mau ketemu sama kamu. Kemaren kan aku sudah janji mau dateng kesini nengokin kamu" balas ka rangga
"ow, aku kirain kakak kesini cari ka rafael. Silahkan masuk ka" jawab ku dan mempersilahkan ka rangga masuk, dari dalem rumah mama menanyakan siapa yang datang
"vio siapa yang datang?" tanya mama dari arah dapur
"ka rangga mah, temen nya ka rafael" jawab ku dan mempersilahkan ka rangga untuk duduk
"silahkan duduk ka" kata ku
"makasih" jawab ka rangga, tidak lama kemudian mama keluar dari dapur dan menghampiri aku dan ka rangga yang sedang duduk diruang tamu
"selamat pagi tante, maaf ya tante saya pagi-pagi sudah datang kesini" tanya ka rangga kepada mama
"selamat pagi nak rangga, tidak apa-apa tante senang nak rangga mau main kesini jadi anak tante tidak mengurung diri lagi dikamarnya" jawab mama sambil melirik kearahku
"ih..mamah apa-apaan sih, siapa yang mengurung diri dikamar" bales ku sambil menundukan kepala
"lebih baik nak rangga ajak vio jala-jalan keluar dari pada dia mengurung dirinya dikamar" tanya mama
"saya sih mau-mau saja tante, apa vio nya mau saya ajak jalan?" jawab ka rangga
"ok, aku mau jalan-jalan keluar tapi aku ganti baju dulu" jawab ku dan langsung berjalan kekamar ku
Setelah selesai aku ganti baju aku langsung turung kebawah, melihat mama dan ka rangga sedang asik ngobrol
"aku sudah siap" kata ku seketika mereka menghentikan pembicaraan mereka
"kita pergi dulu ya tante" jawab ka rangga sambil meminta ijin ke mama
"iya, kalian hati-hati dijalan dan janga pulang malem-malem. Tante titip vio ya" kata mama
"ih...mamah apa-apaan sih, emang nya aku anak kecil yang harus dijagain" jawabku dengan muka cemberut dengan cepat aku berjalan keluar menuju mobil ka rangga yang diikuti ka rangga dari belakang
Kita pergi kesebuah taman yang sudah tidak asing lagi bagiku aku turun dari mobil dan langsung berjalan mendekati sebuah danau, tempat ini tempat dimana biasa aku dan bisma sepulang sekolah menghabiskan waktu untuk hunting foto atau sekedar melepaskan kepenatan. Aku jadi teringat kembali masa-masa dimana aku dan bisma sering melewati waktu bersama ditempat ini, aku tidak bisa pungkiri didalam lubuk hatiku aku masih sangat merindukan kehadirannya disisiku tapi itu semua tidak mungkin karna bisma sudah pindah ke Amerika bersama citra.
Aku tertunduk lemas dibawah rumput yang hijau, aku berusaha untuk menguatkan diriku supaya tidak menangsih lagi dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengingat-ingat kenangan bersama bisma. Ka rangga yang sadar dengan kesedihanku pelahan mendekatiku
"vio kamu kenapa" tanya ka rangga dengan hati-hati
"aku tidak apa-apa kok ka. Hanya saja...." seketika kata-kata ku terhenti dan ka rangga menarik tanganku dalam pelukan nya
"sudah vio, kamu jangan sedih lagi ya.. Masih banyak orang yang sayang sama kamu ada mama dan papa kamu, ada ka rafael, ka morgan dan juga ada aku" jawab ka rangga sambil mengelus rambut ku
Aku langsung menarik tubuh ku dari pelukan ka rangga dan menghapus air mataku
"iya ka, aku janji aku tidak akan bersedih lagi aku akan kembali seperti vio yang selalu ceria, peringa dan semangat" jawab ku dengan senyuman
"nah gitu dong" balas ka rangga dan kami pun tertawa bersama
*2 tahun kemudian*
Semenjak kejadian itu aku kembali ceria, periang, dan semangat. Kini aku sudah menjadi mahasiswi dan satu kampus dengan ka rafael, ka morgan dan ka rangga. Disini aku juga mendapatkan teman baru yaitu dicky, ilham dan reza kami selalu bersama-sama tentunya dengan ketiga kakak ku yang super ganteng dan kece. Kedua kakak ku lebih banyak meluangkan waktu untuk ku jadi aku tidak pernah kesepian lagi karena mereka selalu ada untuk ku. Aku sudah menganggap ka rangga itu seperti kakak ku sendiri karna dia pun sebaliknya, semenjak bisma pindah ke Amerika bersama citra sahabatku aku tidak pernah mendengar kabar tentang mereka lagi walaupun sampai sekarang aku tidak bisa melupakan bisma dari pikiran dan hatiku tapi aku sudah mengikhlasan nya pergi dengan sahabatku.
Kulalui hari-hari ku dengan kesenangan bersama ketiga sahabtku dan ketinga kakak ku, mereka selalu ada untuk ku karna mereka tidak mempunyai pacar jadi kita putuskan setiap malam kita selalu kumpul disebuah cafe untuk berkumpul bersama atau menghilangkan kepenatan selama 1 minggu kuliah.
Disuatu hari aku dan ketiga sahabatku berkumpul dicafe favorit kita untuk menunggu ka rafael, ka morgan dan ka rangga aku bertemu seseorang yang sudah 2tahun pergi meninggalkan ku dengan luka dihatiku ini. Ya..orang itu adalah bisma "ngapain dia ke Indonesia bukan nya dia sudah menetap di Amerika bersama citra" gumam ku dalam hati. Aku langsung menutup muka ku dengan daftar menu yang ada dimeja
"vio kamu kenapa" tanya dicky yang melihatku panik
"iya vio, kamu kenapa sih? Kenapa mukanya ditutupin segala" sahut reza
"aduh plis deh kalian jangan berisik nanti aku ketahuan" jawabku sambil berbisik kepada mereka
"emangnya kamu takut ketahuan siapa sih vio?" kali ini ilham angkat bicara
"kalian lihat laki-laki yang duduk dikursi sana" tanya ku kepada mereka dan mereka pun langsung menoleh kearah yang aku tunjuk
"emangnya siapa laki-laki itu? Memangnya kamu kenal?" tanya reza menyelidik
"sekarang kita pergi dari tempat ini aku tidak mau mencari keributan disini nanti aku jelasin sama kalian" kataku sambil menyuruh mereka bangun dari duduk nya dan menutupiku agar tidak terlihat oleh bisma
Setelah keluar dari cafe aku melihat ka rafael, ka morgan dan ka rangga datang dan melihat kita sedang ada diluar
"sedang apa kalian diluar?" tanya ka morgan
"anu ka kita pindah ke cafe lain aja yuk, aku bosan dengan suasana dicafe ini. Aku mau cari suasana baru" jawabku dengan sedikit berbohong
"kamu ini kenapa sih vio? Biasanya kamu paling suka kalau dicafe ini" tanya ka rafael
"aduuuh kakak tadi kan aku sudah bilang aku bosan sama suasana dicafe ini, kita cari cafe lain ya ka pliiss..." jawabku dengan muka melas
"ya sudah kita cari cafe lain, lagi pula aku juga bosen dengan suasana dicafe ini" balas ka rangga yang sepertinya mengerti maksudku
Akihirnya kami pun pergi dari cafe itu dan mencari cafe lain yang tidak jauh dari taman. Selama dicafe aku lebih banyak diam tidak seperti biasanya yang selalu bercanda karena fikiranku sedang melayang etah kemana, kali ini ka rangga merasa ada yang aneh dengan ku sampai akhirnya dia secepatnya menarik tangan ku untuk ikut dengan nya agar tidak ada yang curiga dengan sikapku
"vio ikut aku yuk, ada yang mau aku bicarakan padamu?" tanya ka rangga yang segera menarik tangan ku
"mau kemana ka?" jawab ku yang masih heran
"sudah ikut saja, guys aku pinjem vio dulu ya" tanya ka rangga
"kalian berdua mau kemana?" tanya ka morgan
"ada urusan berntar sama vio" jawab ka rangga
"ya sudah, jagain dia ya.." balas ka rafael
"iya, tenang aja aku akan jagain vio kok. Kalian tenang saja" jawab ka rangga dan langsung menarik ku keluar dari cafe
Aku dan ka rangga langsung pergi ke taman yang tak jauh dari cafe dan kami langsung duduk dekat danau. Sepertinya ka rangga tau apa yang sedang aku pikirkan sekarang sehingga dia menarik ku dan membawaku kesini agar yang lain tidak tahu.
"sekarang kamu jujur saja sama aku, sebenernya kamu kenapa?" tanya ka rangga memecahkan keheningan
Aku masih saja terdiam tidak mengeluarkan satu kata pun dan ka rangga bertaya lagi
"tolong jawab pertanyaanku vio. Kamu ini ada apa? Dari tadi aku perhatikan tingkah mu aneh sampai minta pindah cafe padahal aku dan kedua kakak mu baru saja datang dan aku tau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami?" tanya ka rangga yang kali ini dengan nada yang agak keras
"ok, aku akan jujur sama kakak. Sebenernya waktu dicafe pelangi aku melihat bisma" jawabku dengan penuh hati-hati
"APA? Kamu lihat dia ada disini!!" tanya ka rangga dengan terkejutnya
"iya ka, dia balik lagi ke Indonesia" jawabku dengan lantang
"bukan nya dia menetap di Amerika bersama sahabatmu?" tanya ka rangga
"aku juga tidak tahu ka, kenapa dia ada disini makanya tadi aku minta pindah cafe karena aku tidak mau sampai ka rafael dan ka morgan tahu bisa-bisa mereka bikin keributan. Aku tidak mau mereka berantem" jawabku sambil menangis
"sudah vio, kamu tidak usah khawatir aku akan membantumu. Semoga saja dia datang ke Indonesia tidak mencarimu lagi" balas ka rangga sambil menenangkan ku
"tapi kalau dia datang kesini untuk mencariku bagaimana ka? Apa lagi sampai ketemu dengan ka rafael dan ka morgan" tanya ku penuh kekhawatiran
"aku akan mencari cara agar rafael da morgan tidak ketemu dengan bisma. Mudah-mudahan saja mereka tidak sampai ketemu" jawab ka rangga
Aku hanya terdiam mendengar omongan ka rangga karna aku percaya pada ka rangga kalau dia akan membantu ku dalam menghadapi masalah ini karna selama ini yang membantu ku bangkit dari keterpurukan adalah ka rangga, dia selalu setia ada disampingku dan selalu mensuportku.
Keesokan hari nya dikampus aku langsung diserbu sama ketiga sahabatku, ya..siapa lagi kalau bukan dicky, ilham dan reza mereka masih penasaran siapa laki-laki yang waktu dicafe dan kenapa aku menghindari laki-laki itu.
"vio kamu belum cerita siapa laki-laki yang kemaren?" tanya dicky sesampainya dihadapanku
"laki-laki yang mana sih?" jawabku pura-pura tidak tahu
"jangan pura-pura tidak tahu deh? Kemaren kamu yang nunjuk orangnya" tanya reza
"sudah deh jawab saja pertanyaan kita" samber ilham
"ok, aku akan cerita sama kalian tapi kalian janji sama aku tidak akan cerita sama ka rafael dan ka morgan?" jawabku kepada mereka
"emang nya kenapa sampai mereka tahu?" tanya dicky dengan polos
"kalau aku tebak pasti laki-laki itu yang pernah kamu ceritain ya?" tembak reza yang langsung disambut anggukan dari kedua sahabatku
"iya za, dia itu bisma laki-laki yang pernah aku ceritain sama kalian" jawabku
"kok dia bisa ada disini bukan nya waktu itu kamu cerita kalau dia pergi dan menetap di Amerika" tanya ilham yang masih belum ngerti
"aku juga tidak tahu ada urusan apa dia balik lagi kesini. Makanya aku tidak mau sampai kedua kakak ku tahu kalau bisma ada disini bisa-bisa bisma dihajar sama kedua kakak ku" jawabku
"kayaknya kamu masih punya persaan sama bisma?" tanya dicky yang membuat reza dan ilham melirik ku dengan aneh
"kalian ini ngomong apa sih, jangan ngaco deh. Sudah ah jangan ngomong bisma lagi kalau kakak ku denger bisa ngamuk" jawabku
Siang ini aku pulang dari kampus sendiri karna kedua kakak ku ada mata kuliah tambahan jadinya aku pulang sendiri sedangkan ketiga sahabatku pergi entah kemana. Sebelum aku pulang kerumah aku mau mampir ke mall untuk membeli sepatu kets, sesampainya dimall aku langsung mencari toko sepatu. Setelah 30 menit berkeliling akhirnya aku mendapatkan sepatu yang aku cari, aku sudah merasa puas mendapatkan barang yang aku cari karna hari sudah sore aku putuskan untuk pulang kerumah takutnya mama dan kakak ku mencari aku soalnya tadi tidak sempat ijin ke mereka hehe...(maaf ya mah) aku berjalan menuju loby mall untuk mencari taxi, tiba-tiba aku ditabrak seseorang dari belakang yang membuat aku jatuh.
"aduuuh" ringisku sambil mengusap lututku yang sakit akibat terbentur lantai
"maaf, maaf, maaf ya.. Aku tidak sengaja, kamu tidak apa-apa?" katanya sambil mejulurkan tangan nya
"kamu ini kalau jalan lihat-lihat dong?" jawabku dengan nada kesal
Perlahan aku bangkit dan membersihkan tangan dan celanaku yang kotor setelah selesai membersihkan tangan dan celanaku yang kotor segera aku melihat orang yang menabrakku hingga terjatuh. Terkejutnya aku saat melihat orang yang menebrakku ternyataaa...
Ya...dia adalah bisma, dengan langkah seribu aku langsung berbalik arah dan secepat mungkin menjauh dari hadapannya tapi secepat mungkin dia menarik tanganku sehingga langkahku terhenti.
"viola, kamu viola kan?" tanya bisma
"bukan, aku bukan viola? Maaf anda salah orang" jawabku yang membelakanginya tanpa ingin melihat wajahnya
"kamu pasti viola, aku tidak mungkin salah orang" tanya nya lagi yang masih memegangin tanganku
"aku sudah bilang aku bukan viola, jadi tolong lepasin tangan aku" jawabku yang masih tidak mau mengaku
"aku tidak mungkin salah orang karana aku sangat mengenal kamu walaupun kita berpisah 2 tahun tapi aku masih inget kamu. Plis vio, kasih aku kesempatan untuk jelaskan semuanya. Aku tidak akan melepaskan tanganmu" kata bisma yang memohon agar aku memberi kesepatan kepadanya
"sudah cukup, tidak ada yang perlu dijelaskan. Semuanya sudah jelas, kamu lebih memilih citra dan pergi ke Amerika untuk menetap disana dan menikah dengan nya. Jadi buat apa kamu jelasin lagi, aku sudah ikhlaskan kamu dengan sahabatku" jawabku yang masih membelakanginnya
"berarti benar kamu ini viola, viola yang aku sayang. Sekarang kamu ikut aku!" kata bisma
Dengan cepat dia menarik tanganku menuju mobilnya dan mengajakku pergi kesuatu tempat agar kita bisa ngobrol. Aku yang tidak bisa melawan karna pegangan tangan nya cukup kuat yang membuatku terdiam hanya mengikutinya, tidak lama kemudian kita sampai disebuah taman. Ya..taman yang bisa aku dan bisma datangin sepulang sekolah dan ditaman ini pula banyak kenanganku bersama bisma "ternyata dia masih ingat dengan taman ini, setelah 2 tahun dia pergi ke Amerika" gumamku dalam hati. Kami pun turun dari mobil dan bisma langsung membawaku dekat danau. Sore ini danau cukup sepi tidak banyak orang yang berada ditempat ini sehingga membuat bisma leluasa untuk mejelaskan semuanya kepadaku.
"vio maafkan aku telah menyakitimu. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu tapi keadaan yang membuatku seperti ini" kata bisma yang memecahkan keheningan kami
"kenyataan nya kamu sudah menyakiti hatiku, kamu sudah merusak semuanya. Dulu kamu pernah janji padaku tidak akan menyakitiku dan meninggalkan ku tapi buktinya mana? Kamu malah selingkuh dengan sahabatku sendiri dan pergi ke Amerika. Buat apa sekarang kamu mencariku lagi bukan kah kamu pergi ke Amerika akan menikah dengan citra dan menetap disana" jawabku dengan suara bergetar dan menahan tangis
"aku tau aku salah sudah membuat hatimu terluka tapi ijinkan aku untuk mejelaskan semuanya supaya kamu tidak salah paham. Sebenernya orang tua ku menjodohkan aku dengan wanita lain dan ternyata wanita itu citra sahabatmu, awalnya aku menolak perjodohan ini karena aku lebih memilih kamu dibandingkan citra tapi orang tua ku bersikeras untuk menjodohkan ku dengan citra sampai mereka mengancam akan menyakitimu. Aku tidak ingin kedua orang tua ku menyakitimu makanya aku memilih untuk menerima perjodohan ini. Memang benar aku pergi ke Amerika bersama citra untuk menikah dan menetap disana tapi tuhan berkehendak lain citra meninggal saat kecelakaan sewaktu kami pergi. Semenjak meninggalnya citra kedua orang tua ku tidak memaksakaan kehendaknya untuk menjodohkan ku dengan wanita lain dan membebaskan ku untuk memilih jodohku sendiri, makanya aku balik ke Indonesia untuk menemuimu dan menjelaskan semuanya kepadamu. Sebenarnya aku masih sayang sama kamu dan ingin kita kayak dulu lagi" kata bisma panjang lebar
Seketika dadaku terasa sesak mendengar kalau sahabatku meninggal walaupun dia telah menghianatiku tapi aku tetap mengagapnya sahabat, tanpa kusadari mataku berkaca-kaca sudah tidak tahan menahan butiran air mata. Aku hanya terdiam tidak menjawab apa pun, tiba-tiba bisma berlutut dihadapanku dan memegang tanganku.
"vio maafkan aku, aku sudah cukup teriksa dengan perasaanku ini. Aku tahu kesalahanku mungkin sudah tidak bisa termaafkan lagi tapi aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi untuk menebus semua kesalahanku kepadamu" bisma memohon kepadaku agar mendapatkan kesempatan
"aku tidak bisa menjawabnya sekarang, aku butuh waktu untuk memikirkannya" jawabku dan segera bangkit tapi bisma masih menggenggam tanganku
"plis bis, tolong lepasin tangan kamu. Aku harus pulang nanti mama dan kedua kakak ku mencariku" jawabku yang berusaha melepaskan tanganku dari genggama tangan bisma tapi genggaman nya semakin kuat sehingga aku tidak punya cukup tenaga untuk melepaskan nya
Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara yang cukup hafal ditelingaku
"lepasin tangan ade gw sekarang!!" suara itu cukup lantang sehingga membuat kami kaget dan kami menoleh kebelakang terlihat ka rafael, ka morgan dan ka rangga sudah berada dibelakang kami.
"ka rafael..." kataku saat melihat ka rafael dengan muka marahnya, baru kali ini aku melihat ka rafael semarah ini sampai dia menyebutkan kata "gw"
Tiba-tiba bisma melepaskan tanganku dengan cepat ka morgan menarik tanganku mendekatinya
"buat apa lo nemuin ada gw lagi? Belum cukup lo sakiti ade gw sampe dia masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri selama 2 hari" tanya ka rafael dengan nada tinggi
"maafkan aku raf, ijinkan aku jelasin semuanya kekalian agar kalian tidak salah paham" jawab bisma
"alah.. Sudah tidak ada yang perlu dijelasin lagi semuanya sudah jelas. Lo sudah nyakiti hati ade gw dan buat gw itu semua sudah cukup" balas ka rafael yang semakin marah
"sekarang lo pergi dari hadapan gw atau gw akan pukul lo?" kata ka rafael yang emosinya semakin menjadi
"aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku jelasin semuanya sama kalian. Kalau kamu mau pukul aku silahkan, aku rela karena aku masih sayang dan cinta sama viola jadi aku mohon kalian denger dulu penjelasan dari aku" pinta bisma sambil berlutut dihadapan ka rafael
"lo ini bener-bener bikin gw naik pitam" teriak ka rafael yang sudah siap dengan mengepalkan tangan nya dan siap mukul bisma dengan pukulan nya, secepat mungkin aku menahan ka rafael untuk tidak menghajar bisma tapi aku terlambat ka rafael sudah melancarkan pukulan nya tepat dipipi sebelah kanan bisma sehingga membuat bisma jatuh. Aku langsung mendekap bisma agar ka rafael tidak menghajarnya lagi biar aku saja yang terkena pukulan ka rafael
"ka sudah cukup!! Aku mohon kakak kasih kesempatan buat bisma jelasin semuanya" teriak ku sambil melihat muka bisma yang sudah bonyok
"vio ngapain kamu belain laki-laki yang sudah menyakiti hatimu. Dia itu tidak pantas kamu bela!!" kata ka rafael yang sudah siap dengan mengepalkan tangan nya
Ka rangga yang dari tadi diam akhir angkat bicara
"sudahlah raf, kasih dia kesempatan buat jelasin semuanya" kata ka rangga
"kenapa lo jadi belain dia?" jawab ka rafael
"bukan nya gw belain dia. Disini gw tidak belain lo atau pun dia tapi gw kasihan sama viola. Lo tidak kasihan sama ade lo sendiri" tanya ka rangga
"kenapa ade gw harus dikasihani?" tanya ka rafael kepada ka rangga
"lo tidak tahu raf selama ini vio tersiksa dengan perasaannya sendiri karena harus membohongi dirinya sendiri kalau dia masih sayang sama bisma. Selama ini vio selalu diam tidak mau semua orang tahu tentang perasaan nya tapi gw mengerti dengan sikap vio dan harusnya lo sebagai kakaknya tahu hal ini dan mengerti" jawab ka rangga
"ka rangga tahu dari mana tentang perasaanku selama ini walupun aku sudah menutupi semua ini selama 2 tahun, ternyata selama ini ka rangga selalu memperhatikan sikapku dan selalu mengerti tentang perasaanku seperti apa bahkan sampai hal yang semua orang tidak tahu tapi dia tahu tanpa aku harus bicara" gumamku dalam hati
"lo sebagai kakak jangan egois, lo harus bisa mengerti perasaan ade lo sendiri. Sekarang ade lo sudah dewasa, dia sudah bisa menentukan pilihannya sendiri, lo sebagai kakak harus bisa mendukung piliha ade lo. Lo tidak bisa selamanya ngatur-ngatur kehidupan ade lo berikan dia kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri" jelas ka rangga yang membuat ka rafael diam seribu bahasa
Hening menyeliputi suasana sore ini, semuanya masih terdiam dan tenggelam dengan pemikiran nya masing-masing. Memang tidak bisa dipungkiri semua omongan ka rangga tadi adalah ungkapan dari hatiku yang selama ini aku pendam dan semua orang tidak ada yang menyadarinya kecuali ka rangga. Keheningan mulai terpecahkan saat ka morgan berbicara
"vio, apa benar yang dibilang sama rangga?" tanya ka morgan
"iya ka, semua yang dibilang sama ka rangga benar. Aku masih sayang dan cinta sama bisma walaupun bisma pernah menyakiti hatiku tapi aku tidak bisa bohongi perasaanku sendiri kalau aku masih sayang dan cinta sama bisma jadi aku mohon sama kakak untuk merestui hubunganku dengan bisma" jawabku dengan suara bergetar
"kamu kenapa tidak bilang sama kakak kalau kamu masih sayang sama bisma? Maafkan kakak kalau selama ini tidak pernah bisa mengerti perasaan kamu" kata ka rafael
"tidak apa-apa kok ka, harusnya aku minta maaf sama kakak. Maafin aku juga ya ka.." jawabku
"ka morgan juga minta maaf ya vio, kakak tidak pernah ngerti perasaan kamu" balas ka morgan
Tiba-tiba ka rafael mendekati aku dan bisma, ka rafael menunduk dan mengakat badan bisma agar dia berdiri dan ka rafael segera mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan bisma
"bis, maafin gw ya.. Gw tidak maksud bikin lo bonyok kayak gini. Mulai sekarang gw ijinin lo balikan sama ade gw tapi ada syaratnya?" tanya ka rafael yang disambut baik oleh bisma
"terima kasih raf, lo sudah kasih kesempatan buat gw balikan lagi sama ade lo tapi syaratnya apa?" kata bisma bingung
"jangan pernah lo sakitin lagi ade gw, tolong lo bahagiain ade gw" kata ka rafael
"lo tenang aja raf, gw tidak akan sakitin ade lo gw akan menebus semua kesalahan gw sama ade lo dan gw akan membahagiakan ade lo. Itu janji gw sama lo raf" jawab bisma dan ka rafael sama bisma langsung berpelukan
Akhirnya aku dan bisma kembali merajut hubungan kita yang sempat putus selama 2 tahun. Ka rafael, ka morgan dan ka rangga merestui hubunganku dengan bisma dan mereka menjalin persahabatan bersama ketiga sahabatku. Perjuanganku untuk menunggu bisma selama 2 tahun membuahkan hasil yang baik. Jadi intinya walaupun kita sudah berpisah selama 2 tahun pada akhirnya tuhan mempersatukan kita kembali.
Disini aku bener-bener tidak tahan melihat seseorang yang ada dihadapanku sedang berpelukan dengan wanita lain. Tanpa dia sadari aku yang sedari tadi melihat adegan yang membuat ku muak dengan tampang menjijikan melihat seseorang yang aku sayangin dan cintai sedang berduan dengan wanita lain yang tidak lain sahabatku sendiri. "pantas saja selama 2 bulan dia tidak memberiku kabar ternyata dia selingkuh dengan sahabatku sendiri" gumamku dalam hati.
Sakit rasanya mendapatkan kejutan yang membuat jantungku seketika berhenti dan tanpa aku sadari air mata ini keluar dengan sendirinya dari balik pelupuk mata ku. Seketika laki-laki itu menyadari kehadiranku dan berusaha melepas rangkulan wanita yang berada disampingnya dan berusah mendekatiku, dengan cepat aku berlari dan menghindari laki-laki itu dan tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari nya.
Deraian air mata ini terus mengalir seperti air sungai yang tidak berhenti, secepat mungkin aku berlari tanpa tujuan yang jelas. Aku benar-benar tidak tahan rasanya ingin teriak sekencang mungkin untuk melepaskan semua bebanku ini, aku berhenti disebuah taman yang cukup sunyi dan damai yang selalu membuatku tenang jika berada ditempat ini. Aku duduk sambil merenung "kenapa laki-laki yang aku sayang selingkuh dengan sahabatku sendiri, laki-laki yang selama ini menjadi sandaranku ketika aku sedih maupun senang dan selalu membuatku nyaman ketika berada didekatnya" seketika semuanya hancur bersama dengan perasaanku saat ini. Sangking lelahnya dengan kejadian yang baru saja aku alami aku tertidur dibangku taman dengan deraian air mata yang masih membasahi pipiku.
Aku terbangun dipagi hari dan menyadari semalaman aku tertidur dibangku taman, pasti semua orang mencari ku terutama papah, mamah dan kakak ku. Aku berusaha bangkit dari bangku taman tapi aku merasa kepalaku pusing dan keseimbangan badanku mulai goyah dan seketika badan ku terjatuh kerumput dan tak sadarkan diri. Saat aku tersadar aku sudah berada disebuah kamar dan terlihat disamping kiri ku papah dan mamah yang sedang melihat kearaku dengan muka cemas.
"alhamdulillah kamu sudah siuman" kata mamah seraya memeluk ku dengan pelukan hangatnya
"syukurlah kamu sudah sadar. Sudah 2 hari kamu tidak sadarkan diri" kata papah
"aku ada dimana mah?" kata ku dengan suara lemas
"kamu ada dirumah sakit sayang. 2 hari yang lalu ada seseorang yang melihatmu pingsan ditaman dan langsung membawamu kerumah sakit" jelas mamah
"siapa yang membawaku kesini?" tanya ku kepada mereka
"kamu jangan banyak bicara dulu ya sayang, kamu baru sadar biar nanti dokter periksa kondisi kamu" kata papah dan tidak lama kemudian dokter datang dengan cepat dokter memeriksa kondisiku
"alhamdulillah kondisinya sudah membaik tapi fisiknya masih lemas. Untuk beberapa hari kamu harus menginap disini sampai kondisimu membaik" jelas dokter yang memeriksaku
"tapi dok saya mau pulang sekarang, saya mau istirahat dirumah saja" kata ku kepada dokter
"baiklah kalau kamu mau pulang sekarang tapi kamu harus istirahat total dan jangan lupa minum obat. Bagaimana?" tanya dokter itu kepadaku
"baik dok" jawabku
"ya sudah papah urus administrasi sekalian nebus obat" kata papah seraya keluar bersama dokter yang memeriksa ku
****
Sesampainya dirumah aku langsung istirahat dikamar dan membaringkan tubuh ku dikasur, papah dan mamah keluar dari kamar ku. Sejak kejadian itu aku mulai murung dan tidak ingin bicara apa pun apalagi kalau harus mengingat kejadian itu yang membuatku tak sadarkan diri selama 2 hari, tanpa ku sadari aku tertidur sampai malam dan mamah membangunkan ku dengan halus
"vio sayang bangun yuk, sudah malam kamu belum makan sama minum obat. Nanti badan kamu lemes kalau belum makan" kata mamah sambil membelai rambutku dengan halus
"iya mah" jawab ku dan langsung bangun dari tempat tidur
"mamah suapin makan nya ya sayang. Mamah sudah buatin bubur ayam buat kamu" kata mamah sambil memberikan satu suapan untuk aku makan
Rasanya senang sekali aku selalu mendapatkan perhatian dari mamah, papah dan kakak-kakak ku mereka semua sayang kepada ku mereka tidak akan tega melihat kondisiku yang sekarang.
"mah, ka rafael sama ka morgan kemana?" tanya ku kepada mamah
"ka morgan ada dikamarnya sedangkan ka rafael pergi menemui teman nya" jawab mamah
"oh ya mah, yang bawa aku kerumah sakit siapa?" tanya ku kepada mamah yang sedang menyuapiku
"mamah juga tidak tau siapa yang bawa kamu kerumah sakit soalnya pas mamah dan papah sampe rumah sakit orang itu sudah pergi tapi kata suster yang bawa kamu kerumah sakit anak muda, suster itu juga tidak tahu namanya siapa" jawab mamah
"Kira-kira siapa ya yang bawa aku kerumah sakit? Kenapa orang itu langsung pergi tidak menunggu mamah dan papah" gumam ku dalam hati
Selesai mamah menyuapiku makan aku langsung minum obat dan berbaring kembali dikasur sambil nonton tv. Aku mencoba mengambli hp ku untuk melihat apakah ada pesan masuk atau tidak karna semenjak kejadian malam itu hp ku mati dan baru aku aktifkan "banyak sekali pesan yang masuk" ucapku. Aku mencoba membaca pesan itu satu persatu mulai dari sms mamah, papah, ka rafael, ka morgan dan yang terakhir dari bisma, ya..nama laki-laki itu bisma. Aku malas untuk membaca sms dari bisma, laki-laki yang sudah membuatku seperti ini hanya satu sms yang aku baca
+6281293477434
Bisma Karisma
"vio aku minta maaf selama ini tidak pernah memberimu kabar sampai akhirnya kau melihatku bersama sahabatmu sendiri. Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam aku masih sayang dan cinta sama kamu, sebenarnya aku tidak mau dengan keadaan yang seperti ini tapi aku terpaksa meninggalkan mu tanpa kabar karna ada sesuatu yang tidak bisa kujelaskan padamu. Rencananya hari ini aku dan citra akan pindah ke Amerika aku dan citra akan menikah dan menetap disana. Semoga kamu bisa mendapatkan laki-laki yang terbaik selain aku dan melanjutkan kehidupanmu dengan laki-laki yang kamu sayangi. Sekali lagi maafkan aku telah menyakitimu, terima kasih selama ini kau telah membuat hari-hari ku berwarna semua kenangan yang kita lalui akan kukubur dalam-dalam bersama cintaku"
Saat itu hatiku benar-benar hancur membaca isi pesan dari bisma tapi apa boleh buat semuanya sudah terjadi dan semoga dia bahagia dengan pilihannya. Selamat tinggal bisma aku akan membuang semua kenangan indah yang kulewati bersamamu dan tidak akan kuingat-ingat lagi sudah cukup kau membuat luka dihati ku. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dengan cepat kuhapus air mata yang membasahi pipi ku dengan sebuah tisu, tidak lama kemudian pintu kamarku terbuka dan masuklah seorang laki-laki yang tidak asing lagi bagi ku. Ya..dia ka rafael bersama dengan laki-laki berpipi tembem dengan rambut berponi dibelakangnya tapi aku tidak pernah mengenal siapa yang datang bersama ka rafael. Ka rafael langsung menghampiriku dan duduk disampingku sambil memegang tanganku
"de, gimana keadaan kamu sekarang?" tanya ka rafael kepada ku
"alhamdulillah ka, udah baikan tapi masih lemes" jawab ku dengan suara lemas
"oh ya, kenalin ini temen kakak namanya rangga, dia yang waktu itu membawamu kerumah sakit" kata ka rafael yang memperkenalkan teman nya kepada ku
"hai, aku rangga. Nama kamu viola kan?" tanya ka rangga
"iya ka, nama aku viola panggil saja vio" jawab ku yang masih lemas
"ka rafael sudah cerita semua, kamu tidak usah dipikirin lagi ya. Saatnya kamu untuk move on dan melupakan semuanya" kata ka rangga
"oh ya ka, aku boleh minta sesuatu?" tanya ku kepada ka rafael
"boleh, emangnya kamu mau minta apa? Nanti kakak kasih" jawab ka rafael
Aku langsung membiskan sesuatu ketelinga ka rafael dengan cepat ka rafael menjawab dengan anggukan
"ya sudah nanti kakak cariin buat kamu. Sekarang kamu istirahat saja biar besok pagi bisa lebih fress" kata ka rafael yang langsung bangun dari duduk nya dan menarik selimut ku dan tak lupa dia mengecup kening ku
"aku pamit pulang ya vio, besok aku kesini lagi untuk menengok mu" kata ka rannga
Aku hanya mengaggukan kepala dan mereka pun keluar dari kamar ku. Kalian tahu apa yang aku bisikan ke ka rafael, aku minta kepada ka rafael untuk membelikan hp dan nomor baru agar bisma tidak bisa menghubungiku. Tak lama kemudian aku pun tertidur pulas.
*****
Keesokan hari kondisi badan ku sudah mulai membaik aku bangun dari tempat tidur dan bergegas kekamar mandi supaya badan ku seger kembali, setelah selesai mandi dan berganti baju aku langsung keluar kamar dan menuruni anak tangga satu persatu. Aku melihat keara meja makan semuanya sudah kumpul untuk sarapan pagi, aku langsung menghampiri meja makan dan menarik kursi disebelah mamah
"anak mamah sudah bangun, kita sarapan sama-sama ya mamah bikin nasi goreng sepcial" kata mamah sambil mengelus rambutku
"iya mah" jawab ku
"vio kamu sudah punya pilihan mau masuk universitas mana?" tanya papah
"rencananya aku mau satu kampus sama ka rafael dan ka morgan" jawabku kepada papah
"bagus, papa setuju. Jadi ada yang selalu mengawasi dan jagain kamu" tanya papah sambil melipat koran yang dibacanya
"bener banget de, nanti biar ka rafael sama ka morgan yang urus semuanya kamu terima beres" samber ka morgan
"kemaren aku udah ngomong sama ka rafael dia yang akan urus semua nya" jawab ku kepada mereka
"papah tenang saja serahkan semuanya sama aku, aku yang akan urus semuanya" jawab ka rafael
"ya sudah, papa serahkan semuanya sama kamu sekalian nanti papah transfer uang nya ke rekening kamu" balas papah
"ok. Pah, mah aku berangkat kekampus dulu ya" kata ka rafael sambil bangkit dari kuris nya
"pah, mah aku juga berangkat ya" jawab ka morgan bersamaan papah pun pamit untuk berangkat ke kantor
Setelah papah, ka rafael dan ka morgan berangkat aku membantu mamah untuk merapihkan meja makan meski sudah ada pembantu yang membantu mamah. Selesai merapihkan meja makan aku kembali ke kamar untuk beristirahat tapi baru satu langkah menaiki anak tangga bel rumah berbunyi "siapa sih pagi-pagi yang sudah datang" kataku dan aku bergegas jalan keruang tamu untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Setelah aku buka pintu sudah ada ka rangga berdiri dibelakang pintu
"selamat pagi vio" tanya ka rangga dengan senyuman nya
"selamat pagi ka. Cari ka rafael ya? Ka rafael nya sudah berangkat kekampus" jawab ku
"aku kesini bukan cari rafael tapi mau ketemu sama kamu. Kemaren kan aku sudah janji mau dateng kesini nengokin kamu" balas ka rangga
"ow, aku kirain kakak kesini cari ka rafael. Silahkan masuk ka" jawab ku dan mempersilahkan ka rangga masuk, dari dalem rumah mama menanyakan siapa yang datang
"vio siapa yang datang?" tanya mama dari arah dapur
"ka rangga mah, temen nya ka rafael" jawab ku dan mempersilahkan ka rangga untuk duduk
"silahkan duduk ka" kata ku
"makasih" jawab ka rangga, tidak lama kemudian mama keluar dari dapur dan menghampiri aku dan ka rangga yang sedang duduk diruang tamu
"selamat pagi tante, maaf ya tante saya pagi-pagi sudah datang kesini" tanya ka rangga kepada mama
"selamat pagi nak rangga, tidak apa-apa tante senang nak rangga mau main kesini jadi anak tante tidak mengurung diri lagi dikamarnya" jawab mama sambil melirik kearahku
"ih..mamah apa-apaan sih, siapa yang mengurung diri dikamar" bales ku sambil menundukan kepala
"lebih baik nak rangga ajak vio jala-jalan keluar dari pada dia mengurung dirinya dikamar" tanya mama
"saya sih mau-mau saja tante, apa vio nya mau saya ajak jalan?" jawab ka rangga
"ok, aku mau jalan-jalan keluar tapi aku ganti baju dulu" jawab ku dan langsung berjalan kekamar ku
Setelah selesai aku ganti baju aku langsung turung kebawah, melihat mama dan ka rangga sedang asik ngobrol
"aku sudah siap" kata ku seketika mereka menghentikan pembicaraan mereka
"kita pergi dulu ya tante" jawab ka rangga sambil meminta ijin ke mama
"iya, kalian hati-hati dijalan dan janga pulang malem-malem. Tante titip vio ya" kata mama
"ih...mamah apa-apaan sih, emang nya aku anak kecil yang harus dijagain" jawabku dengan muka cemberut dengan cepat aku berjalan keluar menuju mobil ka rangga yang diikuti ka rangga dari belakang
Kita pergi kesebuah taman yang sudah tidak asing lagi bagiku aku turun dari mobil dan langsung berjalan mendekati sebuah danau, tempat ini tempat dimana biasa aku dan bisma sepulang sekolah menghabiskan waktu untuk hunting foto atau sekedar melepaskan kepenatan. Aku jadi teringat kembali masa-masa dimana aku dan bisma sering melewati waktu bersama ditempat ini, aku tidak bisa pungkiri didalam lubuk hatiku aku masih sangat merindukan kehadirannya disisiku tapi itu semua tidak mungkin karna bisma sudah pindah ke Amerika bersama citra.
Aku tertunduk lemas dibawah rumput yang hijau, aku berusaha untuk menguatkan diriku supaya tidak menangsih lagi dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengingat-ingat kenangan bersama bisma. Ka rangga yang sadar dengan kesedihanku pelahan mendekatiku
"vio kamu kenapa" tanya ka rangga dengan hati-hati
"aku tidak apa-apa kok ka. Hanya saja...." seketika kata-kata ku terhenti dan ka rangga menarik tanganku dalam pelukan nya
"sudah vio, kamu jangan sedih lagi ya.. Masih banyak orang yang sayang sama kamu ada mama dan papa kamu, ada ka rafael, ka morgan dan juga ada aku" jawab ka rangga sambil mengelus rambut ku
Aku langsung menarik tubuh ku dari pelukan ka rangga dan menghapus air mataku
"iya ka, aku janji aku tidak akan bersedih lagi aku akan kembali seperti vio yang selalu ceria, peringa dan semangat" jawab ku dengan senyuman
"nah gitu dong" balas ka rangga dan kami pun tertawa bersama
*2 tahun kemudian*
Semenjak kejadian itu aku kembali ceria, periang, dan semangat. Kini aku sudah menjadi mahasiswi dan satu kampus dengan ka rafael, ka morgan dan ka rangga. Disini aku juga mendapatkan teman baru yaitu dicky, ilham dan reza kami selalu bersama-sama tentunya dengan ketiga kakak ku yang super ganteng dan kece. Kedua kakak ku lebih banyak meluangkan waktu untuk ku jadi aku tidak pernah kesepian lagi karena mereka selalu ada untuk ku. Aku sudah menganggap ka rangga itu seperti kakak ku sendiri karna dia pun sebaliknya, semenjak bisma pindah ke Amerika bersama citra sahabatku aku tidak pernah mendengar kabar tentang mereka lagi walaupun sampai sekarang aku tidak bisa melupakan bisma dari pikiran dan hatiku tapi aku sudah mengikhlasan nya pergi dengan sahabatku.
Kulalui hari-hari ku dengan kesenangan bersama ketiga sahabtku dan ketinga kakak ku, mereka selalu ada untuk ku karna mereka tidak mempunyai pacar jadi kita putuskan setiap malam kita selalu kumpul disebuah cafe untuk berkumpul bersama atau menghilangkan kepenatan selama 1 minggu kuliah.
Disuatu hari aku dan ketiga sahabatku berkumpul dicafe favorit kita untuk menunggu ka rafael, ka morgan dan ka rangga aku bertemu seseorang yang sudah 2tahun pergi meninggalkan ku dengan luka dihatiku ini. Ya..orang itu adalah bisma "ngapain dia ke Indonesia bukan nya dia sudah menetap di Amerika bersama citra" gumam ku dalam hati. Aku langsung menutup muka ku dengan daftar menu yang ada dimeja
"vio kamu kenapa" tanya dicky yang melihatku panik
"iya vio, kamu kenapa sih? Kenapa mukanya ditutupin segala" sahut reza
"aduh plis deh kalian jangan berisik nanti aku ketahuan" jawabku sambil berbisik kepada mereka
"emangnya kamu takut ketahuan siapa sih vio?" kali ini ilham angkat bicara
"kalian lihat laki-laki yang duduk dikursi sana" tanya ku kepada mereka dan mereka pun langsung menoleh kearah yang aku tunjuk
"emangnya siapa laki-laki itu? Memangnya kamu kenal?" tanya reza menyelidik
"sekarang kita pergi dari tempat ini aku tidak mau mencari keributan disini nanti aku jelasin sama kalian" kataku sambil menyuruh mereka bangun dari duduk nya dan menutupiku agar tidak terlihat oleh bisma
Setelah keluar dari cafe aku melihat ka rafael, ka morgan dan ka rangga datang dan melihat kita sedang ada diluar
"sedang apa kalian diluar?" tanya ka morgan
"anu ka kita pindah ke cafe lain aja yuk, aku bosan dengan suasana dicafe ini. Aku mau cari suasana baru" jawabku dengan sedikit berbohong
"kamu ini kenapa sih vio? Biasanya kamu paling suka kalau dicafe ini" tanya ka rafael
"aduuuh kakak tadi kan aku sudah bilang aku bosan sama suasana dicafe ini, kita cari cafe lain ya ka pliiss..." jawabku dengan muka melas
"ya sudah kita cari cafe lain, lagi pula aku juga bosen dengan suasana dicafe ini" balas ka rangga yang sepertinya mengerti maksudku
Akihirnya kami pun pergi dari cafe itu dan mencari cafe lain yang tidak jauh dari taman. Selama dicafe aku lebih banyak diam tidak seperti biasanya yang selalu bercanda karena fikiranku sedang melayang etah kemana, kali ini ka rangga merasa ada yang aneh dengan ku sampai akhirnya dia secepatnya menarik tangan ku untuk ikut dengan nya agar tidak ada yang curiga dengan sikapku
"vio ikut aku yuk, ada yang mau aku bicarakan padamu?" tanya ka rangga yang segera menarik tangan ku
"mau kemana ka?" jawab ku yang masih heran
"sudah ikut saja, guys aku pinjem vio dulu ya" tanya ka rangga
"kalian berdua mau kemana?" tanya ka morgan
"ada urusan berntar sama vio" jawab ka rangga
"ya sudah, jagain dia ya.." balas ka rafael
"iya, tenang aja aku akan jagain vio kok. Kalian tenang saja" jawab ka rangga dan langsung menarik ku keluar dari cafe
Aku dan ka rangga langsung pergi ke taman yang tak jauh dari cafe dan kami langsung duduk dekat danau. Sepertinya ka rangga tau apa yang sedang aku pikirkan sekarang sehingga dia menarik ku dan membawaku kesini agar yang lain tidak tahu.
"sekarang kamu jujur saja sama aku, sebenernya kamu kenapa?" tanya ka rangga memecahkan keheningan
Aku masih saja terdiam tidak mengeluarkan satu kata pun dan ka rangga bertaya lagi
"tolong jawab pertanyaanku vio. Kamu ini ada apa? Dari tadi aku perhatikan tingkah mu aneh sampai minta pindah cafe padahal aku dan kedua kakak mu baru saja datang dan aku tau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami?" tanya ka rangga yang kali ini dengan nada yang agak keras
"ok, aku akan jujur sama kakak. Sebenernya waktu dicafe pelangi aku melihat bisma" jawabku dengan penuh hati-hati
"APA? Kamu lihat dia ada disini!!" tanya ka rangga dengan terkejutnya
"iya ka, dia balik lagi ke Indonesia" jawabku dengan lantang
"bukan nya dia menetap di Amerika bersama sahabatmu?" tanya ka rangga
"aku juga tidak tahu ka, kenapa dia ada disini makanya tadi aku minta pindah cafe karena aku tidak mau sampai ka rafael dan ka morgan tahu bisa-bisa mereka bikin keributan. Aku tidak mau mereka berantem" jawabku sambil menangis
"sudah vio, kamu tidak usah khawatir aku akan membantumu. Semoga saja dia datang ke Indonesia tidak mencarimu lagi" balas ka rangga sambil menenangkan ku
"tapi kalau dia datang kesini untuk mencariku bagaimana ka? Apa lagi sampai ketemu dengan ka rafael dan ka morgan" tanya ku penuh kekhawatiran
"aku akan mencari cara agar rafael da morgan tidak ketemu dengan bisma. Mudah-mudahan saja mereka tidak sampai ketemu" jawab ka rangga
Aku hanya terdiam mendengar omongan ka rangga karna aku percaya pada ka rangga kalau dia akan membantu ku dalam menghadapi masalah ini karna selama ini yang membantu ku bangkit dari keterpurukan adalah ka rangga, dia selalu setia ada disampingku dan selalu mensuportku.
Keesokan hari nya dikampus aku langsung diserbu sama ketiga sahabatku, ya..siapa lagi kalau bukan dicky, ilham dan reza mereka masih penasaran siapa laki-laki yang waktu dicafe dan kenapa aku menghindari laki-laki itu.
"vio kamu belum cerita siapa laki-laki yang kemaren?" tanya dicky sesampainya dihadapanku
"laki-laki yang mana sih?" jawabku pura-pura tidak tahu
"jangan pura-pura tidak tahu deh? Kemaren kamu yang nunjuk orangnya" tanya reza
"sudah deh jawab saja pertanyaan kita" samber ilham
"ok, aku akan cerita sama kalian tapi kalian janji sama aku tidak akan cerita sama ka rafael dan ka morgan?" jawabku kepada mereka
"emang nya kenapa sampai mereka tahu?" tanya dicky dengan polos
"kalau aku tebak pasti laki-laki itu yang pernah kamu ceritain ya?" tembak reza yang langsung disambut anggukan dari kedua sahabatku
"iya za, dia itu bisma laki-laki yang pernah aku ceritain sama kalian" jawabku
"kok dia bisa ada disini bukan nya waktu itu kamu cerita kalau dia pergi dan menetap di Amerika" tanya ilham yang masih belum ngerti
"aku juga tidak tahu ada urusan apa dia balik lagi kesini. Makanya aku tidak mau sampai kedua kakak ku tahu kalau bisma ada disini bisa-bisa bisma dihajar sama kedua kakak ku" jawabku
"kayaknya kamu masih punya persaan sama bisma?" tanya dicky yang membuat reza dan ilham melirik ku dengan aneh
"kalian ini ngomong apa sih, jangan ngaco deh. Sudah ah jangan ngomong bisma lagi kalau kakak ku denger bisa ngamuk" jawabku
Siang ini aku pulang dari kampus sendiri karna kedua kakak ku ada mata kuliah tambahan jadinya aku pulang sendiri sedangkan ketiga sahabatku pergi entah kemana. Sebelum aku pulang kerumah aku mau mampir ke mall untuk membeli sepatu kets, sesampainya dimall aku langsung mencari toko sepatu. Setelah 30 menit berkeliling akhirnya aku mendapatkan sepatu yang aku cari, aku sudah merasa puas mendapatkan barang yang aku cari karna hari sudah sore aku putuskan untuk pulang kerumah takutnya mama dan kakak ku mencari aku soalnya tadi tidak sempat ijin ke mereka hehe...(maaf ya mah) aku berjalan menuju loby mall untuk mencari taxi, tiba-tiba aku ditabrak seseorang dari belakang yang membuat aku jatuh.
"aduuuh" ringisku sambil mengusap lututku yang sakit akibat terbentur lantai
"maaf, maaf, maaf ya.. Aku tidak sengaja, kamu tidak apa-apa?" katanya sambil mejulurkan tangan nya
"kamu ini kalau jalan lihat-lihat dong?" jawabku dengan nada kesal
Perlahan aku bangkit dan membersihkan tangan dan celanaku yang kotor setelah selesai membersihkan tangan dan celanaku yang kotor segera aku melihat orang yang menabrakku hingga terjatuh. Terkejutnya aku saat melihat orang yang menebrakku ternyataaa...
Ya...dia adalah bisma, dengan langkah seribu aku langsung berbalik arah dan secepat mungkin menjauh dari hadapannya tapi secepat mungkin dia menarik tanganku sehingga langkahku terhenti.
"viola, kamu viola kan?" tanya bisma
"bukan, aku bukan viola? Maaf anda salah orang" jawabku yang membelakanginya tanpa ingin melihat wajahnya
"kamu pasti viola, aku tidak mungkin salah orang" tanya nya lagi yang masih memegangin tanganku
"aku sudah bilang aku bukan viola, jadi tolong lepasin tangan aku" jawabku yang masih tidak mau mengaku
"aku tidak mungkin salah orang karana aku sangat mengenal kamu walaupun kita berpisah 2 tahun tapi aku masih inget kamu. Plis vio, kasih aku kesempatan untuk jelaskan semuanya. Aku tidak akan melepaskan tanganmu" kata bisma yang memohon agar aku memberi kesepatan kepadanya
"sudah cukup, tidak ada yang perlu dijelaskan. Semuanya sudah jelas, kamu lebih memilih citra dan pergi ke Amerika untuk menetap disana dan menikah dengan nya. Jadi buat apa kamu jelasin lagi, aku sudah ikhlaskan kamu dengan sahabatku" jawabku yang masih membelakanginnya
"berarti benar kamu ini viola, viola yang aku sayang. Sekarang kamu ikut aku!" kata bisma
Dengan cepat dia menarik tanganku menuju mobilnya dan mengajakku pergi kesuatu tempat agar kita bisa ngobrol. Aku yang tidak bisa melawan karna pegangan tangan nya cukup kuat yang membuatku terdiam hanya mengikutinya, tidak lama kemudian kita sampai disebuah taman. Ya..taman yang bisa aku dan bisma datangin sepulang sekolah dan ditaman ini pula banyak kenanganku bersama bisma "ternyata dia masih ingat dengan taman ini, setelah 2 tahun dia pergi ke Amerika" gumamku dalam hati. Kami pun turun dari mobil dan bisma langsung membawaku dekat danau. Sore ini danau cukup sepi tidak banyak orang yang berada ditempat ini sehingga membuat bisma leluasa untuk mejelaskan semuanya kepadaku.
"vio maafkan aku telah menyakitimu. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu tapi keadaan yang membuatku seperti ini" kata bisma yang memecahkan keheningan kami
"kenyataan nya kamu sudah menyakiti hatiku, kamu sudah merusak semuanya. Dulu kamu pernah janji padaku tidak akan menyakitiku dan meninggalkan ku tapi buktinya mana? Kamu malah selingkuh dengan sahabatku sendiri dan pergi ke Amerika. Buat apa sekarang kamu mencariku lagi bukan kah kamu pergi ke Amerika akan menikah dengan citra dan menetap disana" jawabku dengan suara bergetar dan menahan tangis
"aku tau aku salah sudah membuat hatimu terluka tapi ijinkan aku untuk mejelaskan semuanya supaya kamu tidak salah paham. Sebenernya orang tua ku menjodohkan aku dengan wanita lain dan ternyata wanita itu citra sahabatmu, awalnya aku menolak perjodohan ini karena aku lebih memilih kamu dibandingkan citra tapi orang tua ku bersikeras untuk menjodohkan ku dengan citra sampai mereka mengancam akan menyakitimu. Aku tidak ingin kedua orang tua ku menyakitimu makanya aku memilih untuk menerima perjodohan ini. Memang benar aku pergi ke Amerika bersama citra untuk menikah dan menetap disana tapi tuhan berkehendak lain citra meninggal saat kecelakaan sewaktu kami pergi. Semenjak meninggalnya citra kedua orang tua ku tidak memaksakaan kehendaknya untuk menjodohkan ku dengan wanita lain dan membebaskan ku untuk memilih jodohku sendiri, makanya aku balik ke Indonesia untuk menemuimu dan menjelaskan semuanya kepadamu. Sebenarnya aku masih sayang sama kamu dan ingin kita kayak dulu lagi" kata bisma panjang lebar
Seketika dadaku terasa sesak mendengar kalau sahabatku meninggal walaupun dia telah menghianatiku tapi aku tetap mengagapnya sahabat, tanpa kusadari mataku berkaca-kaca sudah tidak tahan menahan butiran air mata. Aku hanya terdiam tidak menjawab apa pun, tiba-tiba bisma berlutut dihadapanku dan memegang tanganku.
"vio maafkan aku, aku sudah cukup teriksa dengan perasaanku ini. Aku tahu kesalahanku mungkin sudah tidak bisa termaafkan lagi tapi aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi untuk menebus semua kesalahanku kepadamu" bisma memohon kepadaku agar mendapatkan kesempatan
"aku tidak bisa menjawabnya sekarang, aku butuh waktu untuk memikirkannya" jawabku dan segera bangkit tapi bisma masih menggenggam tanganku
"plis bis, tolong lepasin tangan kamu. Aku harus pulang nanti mama dan kedua kakak ku mencariku" jawabku yang berusaha melepaskan tanganku dari genggama tangan bisma tapi genggaman nya semakin kuat sehingga aku tidak punya cukup tenaga untuk melepaskan nya
Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara yang cukup hafal ditelingaku
"lepasin tangan ade gw sekarang!!" suara itu cukup lantang sehingga membuat kami kaget dan kami menoleh kebelakang terlihat ka rafael, ka morgan dan ka rangga sudah berada dibelakang kami.
"ka rafael..." kataku saat melihat ka rafael dengan muka marahnya, baru kali ini aku melihat ka rafael semarah ini sampai dia menyebutkan kata "gw"
Tiba-tiba bisma melepaskan tanganku dengan cepat ka morgan menarik tanganku mendekatinya
"buat apa lo nemuin ada gw lagi? Belum cukup lo sakiti ade gw sampe dia masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri selama 2 hari" tanya ka rafael dengan nada tinggi
"maafkan aku raf, ijinkan aku jelasin semuanya kekalian agar kalian tidak salah paham" jawab bisma
"alah.. Sudah tidak ada yang perlu dijelasin lagi semuanya sudah jelas. Lo sudah nyakiti hati ade gw dan buat gw itu semua sudah cukup" balas ka rafael yang semakin marah
"sekarang lo pergi dari hadapan gw atau gw akan pukul lo?" kata ka rafael yang emosinya semakin menjadi
"aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku jelasin semuanya sama kalian. Kalau kamu mau pukul aku silahkan, aku rela karena aku masih sayang dan cinta sama viola jadi aku mohon kalian denger dulu penjelasan dari aku" pinta bisma sambil berlutut dihadapan ka rafael
"lo ini bener-bener bikin gw naik pitam" teriak ka rafael yang sudah siap dengan mengepalkan tangan nya dan siap mukul bisma dengan pukulan nya, secepat mungkin aku menahan ka rafael untuk tidak menghajar bisma tapi aku terlambat ka rafael sudah melancarkan pukulan nya tepat dipipi sebelah kanan bisma sehingga membuat bisma jatuh. Aku langsung mendekap bisma agar ka rafael tidak menghajarnya lagi biar aku saja yang terkena pukulan ka rafael
"ka sudah cukup!! Aku mohon kakak kasih kesempatan buat bisma jelasin semuanya" teriak ku sambil melihat muka bisma yang sudah bonyok
"vio ngapain kamu belain laki-laki yang sudah menyakiti hatimu. Dia itu tidak pantas kamu bela!!" kata ka rafael yang sudah siap dengan mengepalkan tangan nya
Ka rangga yang dari tadi diam akhir angkat bicara
"sudahlah raf, kasih dia kesempatan buat jelasin semuanya" kata ka rangga
"kenapa lo jadi belain dia?" jawab ka rafael
"bukan nya gw belain dia. Disini gw tidak belain lo atau pun dia tapi gw kasihan sama viola. Lo tidak kasihan sama ade lo sendiri" tanya ka rangga
"kenapa ade gw harus dikasihani?" tanya ka rafael kepada ka rangga
"lo tidak tahu raf selama ini vio tersiksa dengan perasaannya sendiri karena harus membohongi dirinya sendiri kalau dia masih sayang sama bisma. Selama ini vio selalu diam tidak mau semua orang tahu tentang perasaan nya tapi gw mengerti dengan sikap vio dan harusnya lo sebagai kakaknya tahu hal ini dan mengerti" jawab ka rangga
"ka rangga tahu dari mana tentang perasaanku selama ini walupun aku sudah menutupi semua ini selama 2 tahun, ternyata selama ini ka rangga selalu memperhatikan sikapku dan selalu mengerti tentang perasaanku seperti apa bahkan sampai hal yang semua orang tidak tahu tapi dia tahu tanpa aku harus bicara" gumamku dalam hati
"lo sebagai kakak jangan egois, lo harus bisa mengerti perasaan ade lo sendiri. Sekarang ade lo sudah dewasa, dia sudah bisa menentukan pilihannya sendiri, lo sebagai kakak harus bisa mendukung piliha ade lo. Lo tidak bisa selamanya ngatur-ngatur kehidupan ade lo berikan dia kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri" jelas ka rangga yang membuat ka rafael diam seribu bahasa
Hening menyeliputi suasana sore ini, semuanya masih terdiam dan tenggelam dengan pemikiran nya masing-masing. Memang tidak bisa dipungkiri semua omongan ka rangga tadi adalah ungkapan dari hatiku yang selama ini aku pendam dan semua orang tidak ada yang menyadarinya kecuali ka rangga. Keheningan mulai terpecahkan saat ka morgan berbicara
"vio, apa benar yang dibilang sama rangga?" tanya ka morgan
"iya ka, semua yang dibilang sama ka rangga benar. Aku masih sayang dan cinta sama bisma walaupun bisma pernah menyakiti hatiku tapi aku tidak bisa bohongi perasaanku sendiri kalau aku masih sayang dan cinta sama bisma jadi aku mohon sama kakak untuk merestui hubunganku dengan bisma" jawabku dengan suara bergetar
"kamu kenapa tidak bilang sama kakak kalau kamu masih sayang sama bisma? Maafkan kakak kalau selama ini tidak pernah bisa mengerti perasaan kamu" kata ka rafael
"tidak apa-apa kok ka, harusnya aku minta maaf sama kakak. Maafin aku juga ya ka.." jawabku
"ka morgan juga minta maaf ya vio, kakak tidak pernah ngerti perasaan kamu" balas ka morgan
Tiba-tiba ka rafael mendekati aku dan bisma, ka rafael menunduk dan mengakat badan bisma agar dia berdiri dan ka rafael segera mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan bisma
"bis, maafin gw ya.. Gw tidak maksud bikin lo bonyok kayak gini. Mulai sekarang gw ijinin lo balikan sama ade gw tapi ada syaratnya?" tanya ka rafael yang disambut baik oleh bisma
"terima kasih raf, lo sudah kasih kesempatan buat gw balikan lagi sama ade lo tapi syaratnya apa?" kata bisma bingung
"jangan pernah lo sakitin lagi ade gw, tolong lo bahagiain ade gw" kata ka rafael
"lo tenang aja raf, gw tidak akan sakitin ade lo gw akan menebus semua kesalahan gw sama ade lo dan gw akan membahagiakan ade lo. Itu janji gw sama lo raf" jawab bisma dan ka rafael sama bisma langsung berpelukan
Akhirnya aku dan bisma kembali merajut hubungan kita yang sempat putus selama 2 tahun. Ka rafael, ka morgan dan ka rangga merestui hubunganku dengan bisma dan mereka menjalin persahabatan bersama ketiga sahabatku. Perjuanganku untuk menunggu bisma selama 2 tahun membuahkan hasil yang baik. Jadi intinya walaupun kita sudah berpisah selama 2 tahun pada akhirnya tuhan mempersatukan kita kembali.
Selasa, 10 April 2012
Cinta ku ke pentok Bisma Kharisma (part 2)
Tiba-tiba ada yang memanggil namaku dari belakang. "Marsyaaaaa......!!!!"
Seperti nya aku hafal dengan suara itu setelah menoleh keara suara tersebut ternyata dugaan ku tepat yang memanggil ku morgan dia sahabat ka rafa dari SMA. Aku sudah mengagap nya seperti kakak ku sendiri selama ka rafa kuliah di Paris ka morgan lah yang selalu menjaga ku dan memperhatikan ku.
Morgan: "sya tadi aku cari kamu dikelas udah ga ada, ga tau nya ada disini" tanya morgan sesampai nya dihadapanku
Aku: "tumben lo nyari gw kekelas, emang nya ada apa?" tanya ku sambil mendelik kearah morgan
Morgan: "ga, aku cuma mau tanya kabarnya rafa gimana soalnya semalem bbman sama dia tiba-tiba ngilang?"
Aku: "oow,,ka rafa baik-baik aja kok mungkin dia udah tidur kali. Semalem sih dia emang telpon katanya lusa dia mau balik"
Morgan: "kamu serius sya? Rafa mau balik lusa"
Aku: "iya lah, emang nya lo ga di bilangin sama ka rafa?"
Morgan: "dibilangin sih tapi aku ga percaya aja, aku kira dia cuma bercanda"
Aku: "lo telpon aja kalau ga percaya? Sekarang dia lagi urus semua urusan nya di Paris abis itu dia balik ke Bandung"
Mita dan diky datang dengan membawa baso yang ku pesen dan duduk di depan ku. Mita, diky dan morgan mereka adalah sahabat ku setelah jam kuliah selesai kita sering kumpul dikantin sambil makan dan ngobrol bareng. Sebenernya ada satu orang lagi nama nya rangga dia temen ku sejak kecil, gw dan rangga dari dulu selalu satu sekolah bahkan sampai kuliah pun kita satu kampus tapi beda jurusan. Kalau rangga itu paling tau dan paling mengrti watak gw seperti apa, ya kayak kakak sendiri kita cuma beda 2tahun.
Aku: "makasih mita udah dibawain baso nya. Oya rangga kemana ya? Dari tadi gw belum liat batang hidung nya..??"
Morgan: "tadi sih aku liat dia masih ada kelas mungkin sebentar lagi juga keluar"
Diky: "mit lo liat apa sih?"
Mita: "sya lo liat deh kebelakang lo?"
Aku: "emang nya ada apa sih mit?"
Setelah ku menoleh kebelakang melihat semua cewe ngerubuin bisma anak baru di kelas, padahal belum ada satu hari dia di kampus udah bikin heboh satu kampus. Ya gw akuin sih dia lumayan cakep dan stayel nya dia gaul abis beda deh sama cowo-cowo yang ada di kampus tapi tetep aja menurut gw norak (maksud ku yang norak itu cewe-cewe nya kaya ga pernah liat cowo aja hehe...)
Morgan: "dia siapa sih? Kayak nya aku ga pernah liat dia di kampus ini"
Aku: "nama nya bisma karisma pindahan dari Jakarta, dia satu kelas sama gw mita dan diky"
Diky: "betul tuh, dan duduk nya sebelah marsya.. Ya kan sya?"
Aku: "apaan sih lo ky!! Cuma duduk disebelah gw ga masalah lagi asal dia ga rese aja"
Mita: "ya ampun marsya,,kalau gw liatin dia ga rese kok malah menurut gw anak nya pendiem. Coba aja lo liat dari tadi dia dikerubutin banyak cewe sikap nya biasa aja malah terkesan menghindar"
Gw langsung melirik kearah mita dan menaiki alis mata. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengagetkan ku membuat baso yang sedang ku makan keluar dari mulut.
Rangga: "doooooooorrrrr...."
Aku: "aaaarrrrgggghhhh,,,ranggaaaaaaaa sumpah ya rese banget... Ga liat apa gw lagi makan baso sampe baso nya keluar lagi!!!!"
Rangga: "maaf ya sya, gw sengaja hahahahahahahaha......"
Diky: "gila lo ya, kalau sampe marsya keselek sama baso dan mati gimana?"
Rangga: "hahahaha.... Lo yang parah ky masa lo nyumpahin marsya mati hahahahaha....."
Ketawa nya rangga semakin menjadi melihat expresi muka diky, sangking keselnya ku ambil 1 baso dari mangkok ku dan ku masuk kan ke mulut rangga sampe dia ga bisa ketawa lagi. Dan sekarang giliran ku, mita diky dan morgan yang ketawa melihat exspresi wajah rangga ya keselek baso seketika muka nya langsung merah seperti buah tomat hahaha....(ups maaf ya...)
Aku: "hahahaha....rasain tuh makanya jangan jail sama gw hahahaha.... :D"
Morgan: "lo ga apa-apa kan rang?"
Rangga: "rese ya lo semua malah ketawain gw bukan nya bantuin gw :( "
Mita: "udah kalian jangan berantem terus, sya abisin tu baso nya?"
Aku: "ga ahh, gw udah ga napsu makan gara-gara si rangga nie.."
Diky: "ya udah baso nya gw abisin ya sya?"
Aku: "ya ampun diky lo laper apa doyan? Yang itu aja belum abis masih mau minta baso gw ckckck..."
Diky: "dari pada mubazir ga kemakan mendingan gw yang makan hehehe..."
Aku: "ya udah abisin aja tuh baso nya"
Diky: "makasih masya..."
Aku: "iya"
Rangga: "oya sya lo udah ga ada kuliah kan? Temenin gw ke toko buku yuk nyari buku buat tugas kuliah"
Aku: "boleh juga tuh, gw juga ga ada acara kemana-mana kok"
Morgan: "aku boleh ikut ga? Aku juga mau nyari buku buat tugas kuliah"
Aku: "wah boleh tuh, boleh kan rang?"
Rangga: "boleh kok gan"
Mita: "gw mau ikut juga dong? Boleh ya ka rangga...??"
Aku: "lo mau ngapain ikut? Mau beli buku juga atau jangan-jangan..." mita langsung menutup mulut gw dengan tangan nya.
Mita: "lo apa-apaan si sya gw mau ikut aja dari pada gw bt di rumah. Boleh kan ka?"
Rangga: "boleh kok mit, ky lo mau ikut juga?"
Diky: "ga ahh, entar gw kayak obat nyamuk lagi nemenin kalian pacaran"
Aku: "lagian yang pacaran siapa sih ky, mungkin yang itu tuh lagi pengen pdkt hehe..."
Mita: "lo apa-apaan sih sya, lagian siapa juga yang mau pdkt? Ups..."
Aku: "yakin ga mau pdkt?? Ya, gw sih ga masalah ya tapi jangan nyesel aja kalau entar diambil orang"
Rangga: "udah ahh kalian ini berantem terus. Mau pergi sekarang ga?"
Aku: "ya udah kita pergi sekarang aja takut nya ke sorean. Ky lo benera ga mau ikut?"
Diky: "ga deh, gw mau pulang aja. Kalian aja yang pergi..."
Aku: "oow,,,ya udah kita duluan ya. Lo mau bareng ga keparkiran sekalian pulang"
Diky: "boleh deh, yuk..."
Selesai makan dikantin kita langsung pergi ke toko buku tapi cuma diky aja yang ga ikut. Aku sama rangga naik mobil nya rangga kalau mobil aku dibawa sama morgan dan mita. Dalam perjalan aku sama rangga banyak cerita sambil ketawa, nyanyi-nyanyi bareng sampe ga terasa udah nyampe di parkiran gramedia.
Kita langsung bergegas masuk ke dalam mencari buku yang di cari, aku nemenin rangga mencari buku sedangkan mita nemenin morgan sekalian pdkt sama morgan hehe... Ga dimana-mana aku sama rangga kerjaan nya bercanda terus bahkan ditoko buku kita juga asik bercanda sambil melontarkan lelucon aneh sangking asik nya bercanda tanpa sengaja aku menabrak seseorang dari belakang.
Siapa kah yang marsya tabrak?
Tahan ya guys tunggu part selanjutnya...
Maaf ya kalau cerpen nya jelek atau ada kata-kata yang salah...
- Terima Kasih -
Seperti nya aku hafal dengan suara itu setelah menoleh keara suara tersebut ternyata dugaan ku tepat yang memanggil ku morgan dia sahabat ka rafa dari SMA. Aku sudah mengagap nya seperti kakak ku sendiri selama ka rafa kuliah di Paris ka morgan lah yang selalu menjaga ku dan memperhatikan ku.
Morgan: "sya tadi aku cari kamu dikelas udah ga ada, ga tau nya ada disini" tanya morgan sesampai nya dihadapanku
Aku: "tumben lo nyari gw kekelas, emang nya ada apa?" tanya ku sambil mendelik kearah morgan
Morgan: "ga, aku cuma mau tanya kabarnya rafa gimana soalnya semalem bbman sama dia tiba-tiba ngilang?"
Aku: "oow,,ka rafa baik-baik aja kok mungkin dia udah tidur kali. Semalem sih dia emang telpon katanya lusa dia mau balik"
Morgan: "kamu serius sya? Rafa mau balik lusa"
Aku: "iya lah, emang nya lo ga di bilangin sama ka rafa?"
Morgan: "dibilangin sih tapi aku ga percaya aja, aku kira dia cuma bercanda"
Aku: "lo telpon aja kalau ga percaya? Sekarang dia lagi urus semua urusan nya di Paris abis itu dia balik ke Bandung"
Mita dan diky datang dengan membawa baso yang ku pesen dan duduk di depan ku. Mita, diky dan morgan mereka adalah sahabat ku setelah jam kuliah selesai kita sering kumpul dikantin sambil makan dan ngobrol bareng. Sebenernya ada satu orang lagi nama nya rangga dia temen ku sejak kecil, gw dan rangga dari dulu selalu satu sekolah bahkan sampai kuliah pun kita satu kampus tapi beda jurusan. Kalau rangga itu paling tau dan paling mengrti watak gw seperti apa, ya kayak kakak sendiri kita cuma beda 2tahun.
Aku: "makasih mita udah dibawain baso nya. Oya rangga kemana ya? Dari tadi gw belum liat batang hidung nya..??"
Morgan: "tadi sih aku liat dia masih ada kelas mungkin sebentar lagi juga keluar"
Diky: "mit lo liat apa sih?"
Mita: "sya lo liat deh kebelakang lo?"
Aku: "emang nya ada apa sih mit?"
Setelah ku menoleh kebelakang melihat semua cewe ngerubuin bisma anak baru di kelas, padahal belum ada satu hari dia di kampus udah bikin heboh satu kampus. Ya gw akuin sih dia lumayan cakep dan stayel nya dia gaul abis beda deh sama cowo-cowo yang ada di kampus tapi tetep aja menurut gw norak (maksud ku yang norak itu cewe-cewe nya kaya ga pernah liat cowo aja hehe...)
Morgan: "dia siapa sih? Kayak nya aku ga pernah liat dia di kampus ini"
Aku: "nama nya bisma karisma pindahan dari Jakarta, dia satu kelas sama gw mita dan diky"
Diky: "betul tuh, dan duduk nya sebelah marsya.. Ya kan sya?"
Aku: "apaan sih lo ky!! Cuma duduk disebelah gw ga masalah lagi asal dia ga rese aja"
Mita: "ya ampun marsya,,kalau gw liatin dia ga rese kok malah menurut gw anak nya pendiem. Coba aja lo liat dari tadi dia dikerubutin banyak cewe sikap nya biasa aja malah terkesan menghindar"
Gw langsung melirik kearah mita dan menaiki alis mata. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengagetkan ku membuat baso yang sedang ku makan keluar dari mulut.
Rangga: "doooooooorrrrr...."
Aku: "aaaarrrrgggghhhh,,,ranggaaaaaaaa sumpah ya rese banget... Ga liat apa gw lagi makan baso sampe baso nya keluar lagi!!!!"
Rangga: "maaf ya sya, gw sengaja hahahahahahahaha......"
Diky: "gila lo ya, kalau sampe marsya keselek sama baso dan mati gimana?"
Rangga: "hahahaha.... Lo yang parah ky masa lo nyumpahin marsya mati hahahahaha....."
Ketawa nya rangga semakin menjadi melihat expresi muka diky, sangking keselnya ku ambil 1 baso dari mangkok ku dan ku masuk kan ke mulut rangga sampe dia ga bisa ketawa lagi. Dan sekarang giliran ku, mita diky dan morgan yang ketawa melihat exspresi wajah rangga ya keselek baso seketika muka nya langsung merah seperti buah tomat hahaha....(ups maaf ya...)
Aku: "hahahaha....rasain tuh makanya jangan jail sama gw hahahaha.... :D"
Morgan: "lo ga apa-apa kan rang?"
Rangga: "rese ya lo semua malah ketawain gw bukan nya bantuin gw :( "
Mita: "udah kalian jangan berantem terus, sya abisin tu baso nya?"
Aku: "ga ahh, gw udah ga napsu makan gara-gara si rangga nie.."
Diky: "ya udah baso nya gw abisin ya sya?"
Aku: "ya ampun diky lo laper apa doyan? Yang itu aja belum abis masih mau minta baso gw ckckck..."
Diky: "dari pada mubazir ga kemakan mendingan gw yang makan hehehe..."
Aku: "ya udah abisin aja tuh baso nya"
Diky: "makasih masya..."
Aku: "iya"
Rangga: "oya sya lo udah ga ada kuliah kan? Temenin gw ke toko buku yuk nyari buku buat tugas kuliah"
Aku: "boleh juga tuh, gw juga ga ada acara kemana-mana kok"
Morgan: "aku boleh ikut ga? Aku juga mau nyari buku buat tugas kuliah"
Aku: "wah boleh tuh, boleh kan rang?"
Rangga: "boleh kok gan"
Mita: "gw mau ikut juga dong? Boleh ya ka rangga...??"
Aku: "lo mau ngapain ikut? Mau beli buku juga atau jangan-jangan..." mita langsung menutup mulut gw dengan tangan nya.
Mita: "lo apa-apaan si sya gw mau ikut aja dari pada gw bt di rumah. Boleh kan ka?"
Rangga: "boleh kok mit, ky lo mau ikut juga?"
Diky: "ga ahh, entar gw kayak obat nyamuk lagi nemenin kalian pacaran"
Aku: "lagian yang pacaran siapa sih ky, mungkin yang itu tuh lagi pengen pdkt hehe..."
Mita: "lo apa-apaan sih sya, lagian siapa juga yang mau pdkt? Ups..."
Aku: "yakin ga mau pdkt?? Ya, gw sih ga masalah ya tapi jangan nyesel aja kalau entar diambil orang"
Rangga: "udah ahh kalian ini berantem terus. Mau pergi sekarang ga?"
Aku: "ya udah kita pergi sekarang aja takut nya ke sorean. Ky lo benera ga mau ikut?"
Diky: "ga deh, gw mau pulang aja. Kalian aja yang pergi..."
Aku: "oow,,,ya udah kita duluan ya. Lo mau bareng ga keparkiran sekalian pulang"
Diky: "boleh deh, yuk..."
Selesai makan dikantin kita langsung pergi ke toko buku tapi cuma diky aja yang ga ikut. Aku sama rangga naik mobil nya rangga kalau mobil aku dibawa sama morgan dan mita. Dalam perjalan aku sama rangga banyak cerita sambil ketawa, nyanyi-nyanyi bareng sampe ga terasa udah nyampe di parkiran gramedia.
Kita langsung bergegas masuk ke dalam mencari buku yang di cari, aku nemenin rangga mencari buku sedangkan mita nemenin morgan sekalian pdkt sama morgan hehe... Ga dimana-mana aku sama rangga kerjaan nya bercanda terus bahkan ditoko buku kita juga asik bercanda sambil melontarkan lelucon aneh sangking asik nya bercanda tanpa sengaja aku menabrak seseorang dari belakang.
Siapa kah yang marsya tabrak?
Tahan ya guys tunggu part selanjutnya...
Maaf ya kalau cerpen nya jelek atau ada kata-kata yang salah...
- Terima Kasih -
Jumat, 06 April 2012
Cinta ku kepentok Bisma Kharisma
Pagi-pagi aku dikagetkan dengan suara jam waker yang sudah bunyi dari
tadi, sambil mengucek mata yang masih belum bisa ku buka dengan
setengah sadar ku melihat jam weker yang sudah menujukan jam 06.00 "OMG
aku kesiangan" teriak ku sambil loncat dari tempat tidur dan langsung
masuk kamar mandi untuk bergegas mandi. Setelah selesai mandi dan
berpakain aku langsung turun kebawah dan melihat papah dan mamah ku
sudah di meja makan
Mamah: "selamat pagi sayang" sapa mamah ku
Aku: "selamat pagi mah, pah" sapa ku kepada mereka
Papa: "pasti kamu kesiangan lagi, emang nya kamu ga nyetel weker sampai kesiangan bangun nya?" tanya papa ku sambil melipat koran yang sedang dibacanya.
Aku: "ga kok pah, aku nyetel weker tapi semalem itu aku bbman sama ka rafa jadinya kesiangan deh" jawabku sambil menguyah roti dengan selai kacang kesukaan ku
Mama: "emang nya semalem kalian bbm apa saja sampai larut malam?" tanya mama ku
Aku: "ka rafa bilang kalau lusa dia balik ke Bandung" jawabku dengan mulut yang masih menguyah roti
Aku: "mah, pah aku berangkat kuliah dulu ya" sambil cium tangan mama dan papa
Aku langsung menuju garasi dan menyalakan mobil langsung tancap gas ke kampus karna pagi ini aku ada mata kuliah pagi. Oya sampai lupa kenalin nama aku Marsya Andini Putri Tanubrata aku mahasiswi disalah satu universitas terkenal di Bandung saat ini aku semester 4 jurusan desain fotografi kenapa aku ambil jurusan itu karna dari kecil aku udah tertarik di dunia fotografi, waktu masih kecil aku dan ka rafa sering diajak papa buat hauting foto ketempat yang indah dulu waktu kecil aku punya cita-cita ingin menjadi fotografer terkenal makanya pas kuliah aku ambil jurusan desain fotografi tapi sayangnya ka rafa kurang suka di dunia fotografi dia lebih suka dunia musik sebenernya aku punya bakat menyanyi tapi aku ga terlalu suka menyanyi aku lebih suka dengan fotografi. Ngomong-ngomong tentang ka rafa dia itu kakak ku satu-satu nya yang paling aku sayang tapi sekarang dia kuliah di Paris untuk mewujudkan cita-cita nya menjadi penyanyi terkenal dan rencana nya lusa ka rafa balik ke Bandung, aku sudah rindu dengan nya hampir tiap hari aku dan ka rafa selalu komunikasi lewat telepon, bbm atau email bahkan aku sering curhat apa aja sama ka rafa, dia itu kakak ku yang paling pengertian dan sayang sama aku. Segitu aja ya cerita tentang aku dan ka rafa, mari kita lanjut ceritanya.
Sesampainya diparkiran kampus gw langsung turun dari mobil dan bergegas kekelas karna gw sudah telat 30menit "pasti pak tomo sudah masuk kelas! Gawat nie bisa-bisa gw ga boleh masuk kelas karna telat" gumam ku dalam hati sambil mempercepat jalan ku sampai akhir nya di depan kelas dan taraaaaa..... Gw tabrakan dengan seseorang dari balik pintu gubraaaaak...
Mita: "aw,,,sakit tau... Marsya lo kalau jalan pelan-pelan dong" tanya mita sambil membersihkan tangan nya yang kotor
Aku: "sory mit gw ga sengaja, lagian lo ngapain sih di belakang pintu?" tanya ku kepada sahabat ku ini
Mita: "gw lagi ambil pulpen gw yang dilempar diky" sambil menujuk ke arah diky
Aku: "oh.. sory mit gw ga tau kalau lo ada di balik pintu" jawabku dengan senyum sambil memohon agar mita ga marah pada ku
Mita: "iya, tumben lo kesiangan? pasti semalem abis begadang ya... Ayo lo abis telepon-telponan sama siapa?" tanya mita sambil mengedipkan mata nya.
Aku: "lo apa-apaan sih mit, gw kesiangan karna gw lupa nyalahin jam weker gw. Semalem emang gw telopan-telponan tapi sama kakak gw sendiri" jawabku sambil menarik kursi dan duduk disebelah diky
Diky: "emangnya kenapa sih mit kalau marsya telpon-telponan sama cowo sampai larut malam? Masalah gitu buat lo!!" pertanyaan diky membuat mita menarik nafas panjang
Mita: "buat gw sih emang ga masalah tapi gw cuma mau tau aja kok. Gw kirain semalem marsya telpon-telponan sama morgan ups.." perntanyaan mita langsung berhenti waktu menyebutkan nama morgan dan menutup mulut nya dengan tangan kanan nya
Aku: "ya ampun mita, gw sama morga itu ga ada hubungan apa-apa. Dia itu sahabat nya kakak gw dan gw udah anggep dia seperti kakak gw sendiri, kalau dia perhatian sama gw itu wajar selayaknya kakak dan adik. Lo ga usah khawatir gw ga akan merebut morgan dari lo kok, gw tau sebenernya lo dari dulu suka kan sama morgan tapi lo pikir gw pacaran sama dia" omongan gw membuat mita malu
Mita: "marsya lo jangan ngomong keras-keras dong nanti kalau anak-anak atau morgan nya denger gimana gw kan malu!!" muka mita langsung merah seperti kepiting rebus hehe...
Aku: "makanya lo ga usah curigaan yang macem-macem sama gw. Kenapa lo ga ngomong aja sama morgan kalau lo suka sama dia?" tanya ku pada mita
Diky: "bener tuh mit, kalau lo suka sama morgan kenapa lo ga ngomong langsung aja sama morgan dari pada lo pendem yang ada malah sakit" timpal diky dan sekarang muka mita bener-bener merah mendengar pertanyaan ku dan diky
Mita: "gw ga berani, gw takut morgan nolak cinta gw!!" mita langsung menunduk dan sepertinya mau nangis
Aku: "tenang aja mita nanti gw bantu lo, ok.." kupegang pundak mita dan meyakinkan nya untuk membantunya
Diky: "iya mit, nanti gw juga bantuin lo deh buat ngomong sama morgan" timpal diky dan membuat mita mengangkat kepala nya dan menatap mata ku dan diky bergantian
Mita: "makasih ya sya, ky.. Lo berdua emang sahabat gw yang paling pengertian hehe..." muka mita langsung berubah ceria dan perkataan nya seperti menyindir
Setelah 15menit percakapan ku dengan mita dan diky pak tomo baru masuk kelas bersama seorang cowo yang asing bagiku karna aku belum pernah melihat cowo itu berada dikampus ini. Tanpa basa basi pak tomo langsung memperkenalkan cowo itu didepan kelas.
Pak Tomo: "selamat pagi, kita kedatangan teman baru pindahan dari Jakarta dan dia akan satu kelas dengan kalian. Silahakan kamu perkenalkan diri kamu dengan temen-temamu" jawab pak tomo sambil mempersilahkan cowo itu memperkenalkan diri nya di depan kelas
B: "selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama saya Bisma Kharisma saya pindahan dari Jakarta" jawaban singkat dari anak baru itu
Aku: "oow..jadi itu anak baru pindahan dari Jakarta pantes muka nya ga terlalu femiliyar di kampus" bisik ku kepada mita, mita hanya menganggukan kepala nya.
Pak Tomo: "baik lah kalau begitu kau bisa duduk dibangku kosong sebelah marsya" perintah pak tomo kepada anak baru itu. "Apa dia akan duduk di sebelah bangku ku" teriak ku dalam hati
Dari tadi ku perhatikan anak-anak cewe dikelas ku ga ada yang berkedip melihat anak baru itu bahkan dia duduk disebelah ku aja semua nya jadi melihat ke arahku. Ada apa sebenarnya dengan mereka? Padahal menurut ku anak baru itu biasa aja huft...
Setelah 2jam akhirnya pelajaran pak tomo selesai, gw mita dan diky berjalan utnuk kekantin karna perut ku sudah mulai kerocongan. Tiba nya di kantin mita dan diky memesan makanan sedangkan gw mencari tempat duduk, dan tiba-tiba seperti ada yang memanggil nama ku?
Eitss,,,sabar ya guys...
Siapakah yang memanggil marsya?
Dan apa hubungan nya dengan marsya?
Tunggu part selanjutnya ya guys...
Maaf kalau cerpen nya jelek atau ada kata-kata yang salah...
Di tunggu komentar nya...
- Terima kasih -
Mamah: "selamat pagi sayang" sapa mamah ku
Aku: "selamat pagi mah, pah" sapa ku kepada mereka
Papa: "pasti kamu kesiangan lagi, emang nya kamu ga nyetel weker sampai kesiangan bangun nya?" tanya papa ku sambil melipat koran yang sedang dibacanya.
Aku: "ga kok pah, aku nyetel weker tapi semalem itu aku bbman sama ka rafa jadinya kesiangan deh" jawabku sambil menguyah roti dengan selai kacang kesukaan ku
Mama: "emang nya semalem kalian bbm apa saja sampai larut malam?" tanya mama ku
Aku: "ka rafa bilang kalau lusa dia balik ke Bandung" jawabku dengan mulut yang masih menguyah roti
Aku: "mah, pah aku berangkat kuliah dulu ya" sambil cium tangan mama dan papa
Aku langsung menuju garasi dan menyalakan mobil langsung tancap gas ke kampus karna pagi ini aku ada mata kuliah pagi. Oya sampai lupa kenalin nama aku Marsya Andini Putri Tanubrata aku mahasiswi disalah satu universitas terkenal di Bandung saat ini aku semester 4 jurusan desain fotografi kenapa aku ambil jurusan itu karna dari kecil aku udah tertarik di dunia fotografi, waktu masih kecil aku dan ka rafa sering diajak papa buat hauting foto ketempat yang indah dulu waktu kecil aku punya cita-cita ingin menjadi fotografer terkenal makanya pas kuliah aku ambil jurusan desain fotografi tapi sayangnya ka rafa kurang suka di dunia fotografi dia lebih suka dunia musik sebenernya aku punya bakat menyanyi tapi aku ga terlalu suka menyanyi aku lebih suka dengan fotografi. Ngomong-ngomong tentang ka rafa dia itu kakak ku satu-satu nya yang paling aku sayang tapi sekarang dia kuliah di Paris untuk mewujudkan cita-cita nya menjadi penyanyi terkenal dan rencana nya lusa ka rafa balik ke Bandung, aku sudah rindu dengan nya hampir tiap hari aku dan ka rafa selalu komunikasi lewat telepon, bbm atau email bahkan aku sering curhat apa aja sama ka rafa, dia itu kakak ku yang paling pengertian dan sayang sama aku. Segitu aja ya cerita tentang aku dan ka rafa, mari kita lanjut ceritanya.
Sesampainya diparkiran kampus gw langsung turun dari mobil dan bergegas kekelas karna gw sudah telat 30menit "pasti pak tomo sudah masuk kelas! Gawat nie bisa-bisa gw ga boleh masuk kelas karna telat" gumam ku dalam hati sambil mempercepat jalan ku sampai akhir nya di depan kelas dan taraaaaa..... Gw tabrakan dengan seseorang dari balik pintu gubraaaaak...
Mita: "aw,,,sakit tau... Marsya lo kalau jalan pelan-pelan dong" tanya mita sambil membersihkan tangan nya yang kotor
Aku: "sory mit gw ga sengaja, lagian lo ngapain sih di belakang pintu?" tanya ku kepada sahabat ku ini
Mita: "gw lagi ambil pulpen gw yang dilempar diky" sambil menujuk ke arah diky
Aku: "oh.. sory mit gw ga tau kalau lo ada di balik pintu" jawabku dengan senyum sambil memohon agar mita ga marah pada ku
Mita: "iya, tumben lo kesiangan? pasti semalem abis begadang ya... Ayo lo abis telepon-telponan sama siapa?" tanya mita sambil mengedipkan mata nya.
Aku: "lo apa-apaan sih mit, gw kesiangan karna gw lupa nyalahin jam weker gw. Semalem emang gw telopan-telponan tapi sama kakak gw sendiri" jawabku sambil menarik kursi dan duduk disebelah diky
Diky: "emangnya kenapa sih mit kalau marsya telpon-telponan sama cowo sampai larut malam? Masalah gitu buat lo!!" pertanyaan diky membuat mita menarik nafas panjang
Mita: "buat gw sih emang ga masalah tapi gw cuma mau tau aja kok. Gw kirain semalem marsya telpon-telponan sama morgan ups.." perntanyaan mita langsung berhenti waktu menyebutkan nama morgan dan menutup mulut nya dengan tangan kanan nya
Aku: "ya ampun mita, gw sama morga itu ga ada hubungan apa-apa. Dia itu sahabat nya kakak gw dan gw udah anggep dia seperti kakak gw sendiri, kalau dia perhatian sama gw itu wajar selayaknya kakak dan adik. Lo ga usah khawatir gw ga akan merebut morgan dari lo kok, gw tau sebenernya lo dari dulu suka kan sama morgan tapi lo pikir gw pacaran sama dia" omongan gw membuat mita malu
Mita: "marsya lo jangan ngomong keras-keras dong nanti kalau anak-anak atau morgan nya denger gimana gw kan malu!!" muka mita langsung merah seperti kepiting rebus hehe...
Aku: "makanya lo ga usah curigaan yang macem-macem sama gw. Kenapa lo ga ngomong aja sama morgan kalau lo suka sama dia?" tanya ku pada mita
Diky: "bener tuh mit, kalau lo suka sama morgan kenapa lo ga ngomong langsung aja sama morgan dari pada lo pendem yang ada malah sakit" timpal diky dan sekarang muka mita bener-bener merah mendengar pertanyaan ku dan diky
Mita: "gw ga berani, gw takut morgan nolak cinta gw!!" mita langsung menunduk dan sepertinya mau nangis
Aku: "tenang aja mita nanti gw bantu lo, ok.." kupegang pundak mita dan meyakinkan nya untuk membantunya
Diky: "iya mit, nanti gw juga bantuin lo deh buat ngomong sama morgan" timpal diky dan membuat mita mengangkat kepala nya dan menatap mata ku dan diky bergantian
Mita: "makasih ya sya, ky.. Lo berdua emang sahabat gw yang paling pengertian hehe..." muka mita langsung berubah ceria dan perkataan nya seperti menyindir
Setelah 15menit percakapan ku dengan mita dan diky pak tomo baru masuk kelas bersama seorang cowo yang asing bagiku karna aku belum pernah melihat cowo itu berada dikampus ini. Tanpa basa basi pak tomo langsung memperkenalkan cowo itu didepan kelas.
Pak Tomo: "selamat pagi, kita kedatangan teman baru pindahan dari Jakarta dan dia akan satu kelas dengan kalian. Silahakan kamu perkenalkan diri kamu dengan temen-temamu" jawab pak tomo sambil mempersilahkan cowo itu memperkenalkan diri nya di depan kelas
B: "selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama saya Bisma Kharisma saya pindahan dari Jakarta" jawaban singkat dari anak baru itu
Aku: "oow..jadi itu anak baru pindahan dari Jakarta pantes muka nya ga terlalu femiliyar di kampus" bisik ku kepada mita, mita hanya menganggukan kepala nya.
Pak Tomo: "baik lah kalau begitu kau bisa duduk dibangku kosong sebelah marsya" perintah pak tomo kepada anak baru itu. "Apa dia akan duduk di sebelah bangku ku" teriak ku dalam hati
Dari tadi ku perhatikan anak-anak cewe dikelas ku ga ada yang berkedip melihat anak baru itu bahkan dia duduk disebelah ku aja semua nya jadi melihat ke arahku. Ada apa sebenarnya dengan mereka? Padahal menurut ku anak baru itu biasa aja huft...
Setelah 2jam akhirnya pelajaran pak tomo selesai, gw mita dan diky berjalan utnuk kekantin karna perut ku sudah mulai kerocongan. Tiba nya di kantin mita dan diky memesan makanan sedangkan gw mencari tempat duduk, dan tiba-tiba seperti ada yang memanggil nama ku?
Eitss,,,sabar ya guys...
Siapakah yang memanggil marsya?
Dan apa hubungan nya dengan marsya?
Tunggu part selanjutnya ya guys...
Maaf kalau cerpen nya jelek atau ada kata-kata yang salah...
Di tunggu komentar nya...
- Terima kasih -
Langganan:
Postingan (Atom)